BAB 2
Kita yang Selalu Bersama
Ada hal-hal yang tidak pernah kami rencanakan…
tapi selalu terjadi.
Seperti duduk di tempat yang sama setiap pagi.
Seperti berjalan pulang dengan rute yang sama.
Seperti tertawa… pada hal-hal yang bahkan tidak lucu.
Dan entah sejak kapan, semua itu berubah menjadi kebiasaan.
Aku, Julio Leonard, tidak pernah benar-benar sadar kapan kami mulai menjadi “kami”.
Tidak ada momen khusus. Tidak ada janji.
Tiba-tiba saja, aku selalu berjalan bersama Timothy dan Octa.
Seolah-olah, memang sudah seharusnya begitu.
Jam istirahat selalu menjadi waktu favorit kami.
Bukan karena makanannya enak karena jujur saja, rasanya biasa.
Tapi karena di sanalah kami bisa benar-benar menjadi diri sendiri.
“Kalau kamu disuruh pilih,” Timothy membuka pembicaraan sambil mengaduk minumannya, “mending ulang hari yang sama terus, atau hidup normal tapi penuh kejutan?”
Aku mengangkat alis. “Pertanyaan aneh.”
“Kamu jawab dulu aja deh.”
Aku berpikir sebentar. “Mungkin… ulang hari yang sama.”
“Hah serius?” Timothy menatapku, sedikit terkejut.
Aku mengangguk. “Kalau harinya bagus, kenapa nggak?”
Timothy tertawa kecil. “Berarti kamu takut perubahan.”
Aku tidak langsung menjawab.
Entah kenapa, kalimat itu terasa… terlalu tepat.
Sebelum aku sempat berkata apa-apa, suara pelan dari samping kami ikut masuk.
“Kalau aku, pilih yang kedua.”
Kami berdua menoleh ke arah Octa.
Ia masih duduk santai, tapi kali ini bukunya tertutup. Tatapannya lurus ke depan, seolah tidak benar-benar melihat kami.
“Kejutan?” tanya Timothy.
Octa mengangguk pelan.
“Hidup yang sama terus itu… membosankan.”
Aku tersenyum tipis. “Tapi kejutan juga belum tentu baik.”
“Justru itu,” jawab Octa singkat.