SEBELUM MATA ANGIN TERJADI

Oleh: Ni Made Juni Artami

Blurb

Di bawah naungan cinta kakek dan kehangatan lingkaran sahabatnya, dada Kasapi Rabia Lukadintara tetaplah sebuah ruang hampa yang dingin. Ia terus berburu bayang-bayang keluarga kandungnya.

Hingga sebingkai cangkir tanah liat menyodorkan celah sunyi untuk melarikan diri.
Cukup satu tegukan untuk meretas waktu, Cukup satu tegukan untuk meretas waktu, melemparkannya pada aroma rumah yang menolak punah. Namun, keabadian buatan itu menuntut tebusan yang senyap. Setiap kali Kasapi terbangun menembus kenyataan—jejak langkah orang-orang yang mengasihinya telah bergulir makin jauh, sementara nama-nama yang pernah ia dekap pelan-pelan tergerus dari memorinya.
Di antara kabut ingatan yang kian menipis dan kenyataan yang kian kusam, sebuah gema berbisik menagih janji:

"Leburkan rupa. Teguklah rasa. Pulanglah pada mereka."

Kini Kasapi dihadapkan pada satu pertaruhan hakiki: terus tenggelam di balik dinding porselen yang sempurna, atau berani memeluk retakan hidup sebelum tubuhnya benar-benar menjadi bayangan.

Lihat selengkapnya