Blurb
Lintang tidak memiliki rumah yang menetap.
Yang ia miliki hanyalah sebuah koper hitam berisi kuas, bedak, dan mimpi yang belum sempat diwujudkan.
Berpindah dari satu kamar kos ke kamar kos lain, menerima pekerjaan apa pun yang datang, dan bertahan di tengah kerasnya kota telah menjadi bagian dari hidupnya. Berkali-kali ia dikhianati, diremehkan, bahkan kehilangan hampir semua yang dimilikinya. Namun setiap kali hidup menjatuhkannya, selalu ada alasan kecil yang membuatnya kembali berdiri.
Ketika bakatnya sebagai perias wajah mulai membuka pintu-pintu baru, Lintang dihadapkan pada pilihan yang jauh lebih sulit daripada sekadar mengejar kesuksesan: mempertahankan martabat atau mengambil jalan pintas yang menjanjikan segalanya.
Di tengah hiruk-pikuk kota, persaingan, persahabatan, dan kesempatan yang datang tanpa diduga, Lintang belajar bahwa kecantikan sejati bukanlah sesuatu yang tampak di cermin, melainkan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri ketika dunia mencoba mengubahmu.
**Sebelum Matahari Pulang** adalah novel tentang harapan yang tak kunjung padam, tentang perempuan yang memilih bertahan tanpa kehilangan kelembutan hatinya, dan tentang rumah yang pada akhirnya bukan sekadar tempat untuk kembali, melainkan seseorang yang berani berkata, *"Kamu sudah berjuang cukup jauh."*