Sebelum Matahari Pulang

noeeyyy
Chapter #11

Pelajaran Pertama

Pukul delapan tepat, Lintang berdiri di depan gerbang Akademi Rupa Cakrawala.

Di tangannya tergenggam map berisi materi yang semalam ia susun berulang kali.

Bukan karena materinya sulit.

Melainkan karena ia ingin memastikan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya benar-benar berguna.

Hari ini bukan tentang makeup.

Hari ini tentang kepercayaan.

Kepercayaan orang lain kepadanya.

Dan kepercayaannya kepada dirinya sendiri.

Ruang praktik sudah dipenuhi dua puluh empat mahasiswa.

Meja-meja mereka dipenuhi kuas, spons, palet warna, dan cermin.

Beberapa mahasiswa tampak antusias.

Sebagian lainnya sibuk memainkan telepon genggam.

Ada pula yang saling berbisik.

"Itu pengajar tamunya?"

"Masih muda."

"Kukira lebih terkenal."

Lintang mendengar bisikan itu.

Namun ia hanya menarik napas pelan.

Dulu komentar seperti itu mungkin akan membuatnya kehilangan fokus.

Sekarang tidak lagi.

Ia tahu, penghargaan tidak datang dari kesan pertama.

Melainkan dari apa yang dilakukan setelahnya.

"Selamat pagi."

Suaranya tidak terlalu keras.

Tetapi cukup membuat ruangan perlahan tenang.

"Nama saya Lintang."

"Hari ini saya tidak akan mengajari kalian menjadi MUA."

Beberapa mahasiswa saling berpandangan.

"Lalu kita belajar apa, Kak?" tanya seorang mahasiswa di barisan depan.

Lintang mengangkat sebuah kuas kecil.

"Kita belajar menjadi orang yang pantas dipercaya."

Ruangan mendadak sunyi.

Alih-alih langsung mempraktikkan teknik, Lintang membagikan selembar kertas kepada setiap mahasiswa.

"Tuliskan satu alasan kenapa kalian memilih dunia kecantikan."

Beberapa mulai menulis cepat.

Ada yang berpikir lama.

Sepuluh menit kemudian, satu per satu membacakan jawabannya.

"Aku ingin terkenal."

"Aku ingin punya salon sendiri."

"Aku ingin menghasilkan banyak uang."

Jawaban terus berdatangan.

Sampai akhirnya seorang mahasiswi berkacamata mengangkat tangan.

"Aku ingin membuat perempuan berhenti membenci wajahnya sendiri."

Lintang tersenyum.

"Itu alasan yang indah."

Lihat selengkapnya