Sebelum Matahari Pulang

noeeyyy
Chapter #14

Tawaran yang Menguji

Piala kemenangan masih berada di lemari kaca Akademi Rupa Cakrawala.

Setiap mahasiswa yang melewatinya akan berhenti sejenak.

Ada yang tersenyum bangga.

Ada yang memotretnya.

Ada pula yang menjadikannya penyemangat.

Namun bagi Lintang, piala itu hanyalah pengingat bahwa keberhasilan selalu membawa tanggung jawab yang lebih besar.

Dua minggu setelah kompetisi, jadwal Lintang semakin padat.

Pagi mengajar di akademi.

Siang menerima klien.

Malam menyusun materi kelas dan membalas pesan pelanggan.

Kadang ia baru tiba di rumah nomor tujuh ketika jarum jam melewati pukul sebelas.

Meski lelah, ia merasa hidupnya mulai memiliki arah.

Hingga suatu siang, sebuah mobil hitam berhenti di depan salon Nadia.

Seorang perempuan berpenampilan elegan turun sambil membawa map kulit.

"Apa saya bertemu Mbak Lintang?"

Lintang mengangguk.

"Saya Evelyn."

Perempuan itu mengulurkan kartu nama.

"Aurora Luxe Beauty."

"Ada yang ingin kami bicarakan."

Mereka duduk di sudut salon.

Evelyn membuka mapnya.

"Kami sedang mencari Creative Makeup Director."

Lintang mengernyit.

"Saya?"

"Kami sudah melihat portofolio dan mendengar tentang Anda."

Lintang menatap Nadia sekilas.

Nadia hanya tersenyum kecil, memberi isyarat agar ia mendengarkan sampai selesai.

"Gaji tetap."

"Tunjangan."

"Studio pribadi."

"Tim lengkap."

Evelyn menyebutkan angka yang membuat Lintang terdiam.

Jumlah itu bahkan lebih besar daripada penghasilannya selama beberapa bulan.

"Sebagai gantinya," lanjut Evelyn, "kami membutuhkan komitmen penuh."

"Maksudnya?"

"Berhenti mengajar."

Ruangan mendadak sunyi.

Suara pengering rambut di ruang sebelah terdengar begitu jauh.

Lihat selengkapnya