Sebelum Matahari Pulang

noeeyyy
Chapter #27

Rumah Cahaya

Musim hujan mulai berakhir.

Pagi itu, sinar matahari menembus jendela rumah nomor tujuh dengan hangat.

Lintang berdiri di depan cermin, mengenakan kemeja putih sederhana. Di tangannya terdapat sebuah map biru berisi proposal yang telah berkali-kali ia revisi.

Di halaman depannya tertulis sebuah nama.

RUMAH CAHAYA

Ia mengusap tulisan itu perlahan.

Tujuh tahun lalu, nama itu hanya berupa mimpi yang ditulis di sebuah buku catatan lusuh.

Hari ini, mimpi itu mulai mencari tempat untuk dilahirkan.

"Sudah siap?"

Suara Arga terdengar dari ruang tamu.

Lintang mengangguk.

"Mudah-mudahan."

Arga tersenyum sambil mengambil map itu.

"Bukan mudah-mudahan."

"Kita berusaha."

"Kalau belum berhasil hari ini, kita coba lagi besok."

Lintang tersenyum.

Kalimat sederhana itu selalu berhasil menguatkannya.

Mereka menuju sebuah gedung milik yayasan sosial yang selama ini bekerja sama dengan komunitas perempuan.

Bu Ratih sudah menunggu.

"Akhirnya proposalnya selesai juga."

Lintang menyerahkan map itu.

"Aku ingin tempat ini bukan hanya kursus makeup."

"Lalu?"

"Aku ingin perempuan yang datang ke sana pulang membawa keberanian."

Bu Ratih membaca proposal itu dengan saksama.

Di dalamnya tidak hanya berisi rencana usaha.

Ada program beasiswa pelatihan.

Kelas kewirausahaan.

Pendampingan psikologis bekerja sama dengan relawan.

Dan satu program yang paling menarik perhatian.

Kelas Kedua Kesempatan.

Kelas khusus bagi perempuan yang pernah mengalami kekerasan, penelantaran, atau kehilangan pekerjaan.

Bu Ratih menatap Lintang.

"Kamu yakin?"

Lintang mengangguk mantap.

"Dulu aku berharap ada tempat seperti ini."

"Karena tidak ada..."

"...aku ingin membangunnya."

Beberapa minggu kemudian, kabar baik datang.

Yayasan menyetujui kerja sama.

Mereka bahkan bersedia meminjamkan sebuah bangunan kecil yang sudah lama tidak digunakan.

Bangunan itu sederhana.

Tidak sebesar studio impian Lintang.

Namun memiliki tiga ruangan yang cukup luas.

Saat pertama kali melihatnya, Lintang langsung terdiam.

Dindingnya memang mulai kusam.

Lantainya perlu diperbaiki.

Atapnya bocor di beberapa bagian.

Tetapi cahaya matahari masuk dari jendela-jendela besar.

Lihat selengkapnya