Blurb
Bagaimana jika rumah bukan benda mati?
Selama bertahun-tahun aku mencari kehangatan di tempat yang kurang tepat. Bagiku rumah adalah tempat seseorang yang akan selalu tinggal, padahal manusia memang diciptakan untuk datang dan pergi. Tanpa jiwa kita pun benda mati.
Melalui catatan-catatan yang tak pernah sampai ini aku mengenang segala kenangan bersama orang-orang yang pernah singgah, aku perlahan belajar bahwa kehilangan tidak selalu harus diakhiri dengan rasa benci.
Kadang kita hanya perlu menghela nafas dan sadar bagaimanapun kita akan terus hidup sampai Tuhan ingin bertemu, meski begitu, bumi tetap hangat dengan sentuhan Tuhan yang datang dari hal yang paling tidak terduga, aku akui aku cukup lama sampai menyadari bahwa nyatanya hati yang hangat tetap ada dan akan selalu mengenali jiwa-jiwa lainnya...
Dan mungkin...
rumah itu tidak pernah pergi tapi butuh waktu untuk kembali pada dirimu sendiri.