Sebelum Menjadi Rumahmu

Gisna Auliya
Chapter #1

1 : Tentangnya yang Tak Bisa Kumiliki

Bagian Pertama : Tentang Seseorang yang Tidak Bisa Kumiliki

“Beberapa orang hadir bukan untuk dimiliki, melainkan untuk mengajarkan bahwa hati kita masih hidup.”

Pada bagian ini, kau akan melihat bagaimana aku melalui malam-malam sunyi yang putus asa. Menahan rindu tetapi senang karena merasa pilu—pilu rindu yang membuatku merasa hidup. Pilu rindu tentang perasaan mencintai yang tentunya sangat melampui rasa senang yang pernah ada. Bayangkan kau jatuh cinta pada orang yang tidak melakukan apapun. Kau bersedia melakukan apapun hanya karena orang itu ada. Aku ingin mencintai dengan konsep seperti ini pada siapa pun—entah kepada keluargaku, kepada teman-temanku, atau kepada diriku sendiri. Tentunya konsep mencintai seperti ini telah diperkenalkan oleh seseorang yang tidak pernah kuduga. Seseorang yang tentu saja tidak bisa kumiliki. Mungkin akan berubah jika tiba-tiba dia (orang itu) datang menghampiriku untuk saling mengisi ruang-ruang kosong dalam hidup, bersama menepati janji untuk saling memiliki. Namun, saat aku menulis ini, tentu saja itu belum terjadi.

Jadi, beberapa tulisan ini aku tulis untuk orang itu Untuk orang yang sangat aku hargai keberadaannya sebelum bertemu denganmu yang memiliki kunci rumahku. Tulisan-tulisan ini merupakan hal-hal yang ingin aku sampaikan padanya ketika aku sangat menahan diri untuk tidak menghubunginya.

 

APRIL YANG MENJADI AWAL SEGALANYA

 

16 April 2024 : Yang Membuatku Ingin Melupakanmu

Hari ini adalah hari dimana aku menanda angani kontrak penerbitan.

Siangnya aku senang…

Malamnya, orang yang kusukai—yaitu kamu—

ya, kamu mengumumkan seseorang yang berharga lewat lovestagram.

Aku belum tahu siapa. tetapi yang jelas itu bukan aku.

Semoga kalian tidak pernah berseteru, sehat, dan bahagia selalu.


17 April 2024 : Janji yang Sangat Ingin Kutepati

Aku tidak boleh menginginkanmu lagi.

Aku harus apa? Aku juga tidak mau diriku.

Tidak.

Aku harus bersyukur. Setelah sekian lama tidak menginginkan apa pun, akhirnya aku merasakannya kembali—

merasakan rasanya mencintai.

Jika kau mau, pasti bagi kita kan sulit.

Aku paham itu.

Untuk segala ketidakberdayaan ini, aku mengerti.


18 April 2024: Sebuah Usaha agar Cepat Melupakanmu

Hai, mulai hari ini aku akan lebih sibuk lagi. Ini bagimu mungkin tidak ada bedanya karena kau selalu abai padauk. Bukan hal baru jika kau tidak begitu merasa aku sibuk karena bagaimanapun aku selalu mengabarimu, bukan? Mulai hari ini aku akan menahan diri. Hmm, bahasa apa yang belum kupelajari?

Aku memang sering menyibukkan diri untuk lari dari segala macam situasi—entah situasi seperti dimarahi ibuku, diceramahi ayahku, atau diabaikan adikku. Ya, aku simpan segala perasaan itu dengan melakukan hal-hal yang sibuk. Seperti belajar. Belajar apapun, yang penting aku fokus. Jadi, kau tidak perlu khawatir jika dinginnya aku gara-gara kamu. Justru keberadaanmu membuatku hangat, seperti aku tiba-tiba tidak sabar terbangun dan menyambut pagi dengan senang.

Ada beberapa rahasia yang ingin aku katakan saat ini. Kau harus tahu bahwa jauh sekali sebelum kau melirikku, sebelum kekasihmu membuatmu merasakan cinta yang keliru, aku sudah mendambakanmu. Untuk saat ini, aku akan memberitahumu itu saja, ya! Semoga besok harimu menyenangkan!


19 April 2024: Aku Memang Sangat Suka Menghindar

Hai, aku tidak melihat keberadaanmu di sosial mediaku. Aku selalu takut, apa kau sudah memblokirku? Hmm, keberadaanku memang sedikit menganggu untukmu, ya? Hal yang aku sadari hari ini adalah aku mendambakanmu, menerimamu dengan lapang, ingin selelu menjadikanmu tenang yang aman, tapi… aku sendiri tidak mau melihatku. Aku menginginkanmu, tetapi aku tidak menginginkan aku. Bagaimana cinta ini bisa masuk akal? Ini sungguh menggelikan; kau dicintai oleh seseorang yang tidak mau hidup kembali. 

Meski masih ingin hidup di sekitarmu, aku menjauh. Aku yakin ini yang terbaik. Akan merugikan jika kau bersamaku. Aku begitu merepotkan, sekitarku saja kadang terasa enggan bersamaku. Semoga kau selalu disambut dengan hangat di mana pun dan kapan pun. Aku yakin tanpa diriku kau pasti akan baik-baik saja. 


20 April 2024: Aku Memang Sulit Membodohi Diri

Hai, ini pukul dua pagi. Aku terbangun dari tidurku. Tuhan tau jika kesenanganku hanya sesederhana melihat dirimu, namun hari ini, dalam mimpi pun kau tidak melihatku…

Seperti… membenciku.

Aku terisak karena…

Banyak orang yang tak kukenal akan melakukan banyak hal mengerikan padaku.

Menyudutkanku ke sudut gang yang gelap. Aku melihatmu, kau juga melihatku. Aku berteriak meminta tolong, kupanggil namamu. Dengan mata dingin itu, kau tak menggubrisku.

Ini mengerikan.

Apa kau begitu membenciku atau ini hanya ketakutanku?

Apa karena sikapku kau jadi mengutukku?

Apa karena kau menyukaiku jadi kau mengutukku?

Lihat selengkapnya