BAGIAN KEDUA
Membenamkan Matahari untuk Bertemu Denganmu
“Karena mungkin mencintaimu dimulai jauh sebelum kita bertemu.”
JULI TERNYATA TERASA LEBIH KEBAS YA
14 Juli 2024 : Sebuah Titik Balik yang Tidak Sengaja Kujemput
Kemarin aku bertemu seseorang yang pernah menyukai orang yang aku suka. Tuhan menunjukkan alasan mengapa aku tidak bisa bersama dia. Hari ini pun Tuhan menunjukkan kenapa aku tidak bisa bersama dia. Sedikit menyakitkan karena lagi dan lagi aku begitu menyukai tanpa tahu segala hal. Lagi dan lagi Tuhan menyelamatkan aku untukmu—orang yang akan menjadi suamiku nanti.
Aku begitu terlindungi sejak dulu kala. Setiap kali aku jatuh cinta, hal itu memang menyenangkan. Namun, lagi dan lagi Tuhan selalu menunjukkan ketidakberdayaannya sehingga ia memang kurang tepat untukku. Jadi, mulai sekarang aku akan menanti pria yang memang Tuhan maksudkan untukku didunia ini. Semua ini adalah pelajaran, aku tahu. Memang aku begitu serius menjalani hidup ini, seperti setiap harinya aku harus melakukan sesuatu yang berguna bagiku dan sekitarku.
Ternyata jatuh cinta itu bisa bersifat sementara, dan rasa tanggung jawab terhadap pilihanmu untuk tetap mencintai adalah satu-satunya harga diri yang aku miliki. Seharusnya aku sakit hati, tetapi entah kenapa aku seperti baik-baik saja. Mungkin bersama orang itu aku merasa bisa berlari dari kenyataan yang kuhadapi. ini pelajaran hidup bahwa aku harus menghadapi hidupku sendiri. Mencintai untuk memiliki itu adalah tanggung jawab yang tak pasti, tetapi kau harus menjalaninya dengan kuat hati. Aku begitu kuat untuk bisa mencintai. Ia mungkin tidak mau. Aku tidak keberatan, semoga ia bahagia saja.
Kepada suamiku, kau tenang saja, aku akan kuatkan hatiku untukmu. Supaya saat kita bertemu, kau tak perlu ragu. Jadi, buku ini sepertinya bukan tentang kamu lagi. Kamu yang ada di buku ini akan kuubah menjadi "dia".
Dan kata “kamu” dari buku ini akan aku tujukan untuk suamiku. Tidak ada lagi dia. Selama seminggu ini aku merasa habis energi karena teguran ayahku, kelas menggambarku, tuntutan semi-manager-ku, dan tenggat waktu lukisanku. Semuanya terjadi di waktu yang bersamaan. Ketika aku menemukan fakta ini, aku merasa kelelahan untuk bersedih. Aku seperti tidak memiliki waktu untuk bersedih, aku jadi ingin tertawa sendiri. Kukira aku akan menangis dengan hebat dengan cara yang paling menyedihkan, tetapi ternyata tidak. Aku baik-baik saja.
Tuhan melindungiku. Mungkin mantra suamiku di alam roh sangat berguna, sehingga aku memang sangat dijaga untuk bertemu dengan suamiku nantinya.
16 Juli 2024 : Mulai Menulis Untukmu, Calon Rumahku
Untuk suamiku, di hari ini kau sedang apa? Jika kau ingat, bisakah kau ceritakan nanti saat kita bertemu? Hari ini aku sedang bertanya-tanya. Ingat orang yang pernah aku ceritakan? Ingat orang yang pernah membuatku jatuh cinta? Hari ini aku bertanya-tanya, kenapa aku jatuh cinta padanya? Rasa menyenangkan itu hilang, aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Bagaimana ini? Bagaimana jika saat aku bertemu denganmu hatiku akan sekeras batu?
Hari ini sekitarku begitu penuh emosi; kemarahan terjadi di mana-mana. Aku tidak mau ikut marah, karena aku tahu orang yang meluapkan amarah pasti wajahnya tidak menawan. Aku tidak mau kehilangan keindahan wajahku hanya karena amarah, jadi aku berusaha untuk menahan diri dan menerima semuanya. Namun, ini memang membingungkan. Hatiku beku lagi, dan aku tidak tahu harus berbuat apa selain menulis kebingunganku kepada calon suamiku—yang aku sendiri belum tahu sedang berada dimana sekarang.
Apakah ketika ia membaca buku ini ia akan bangga padaku atau justru kecewa? Apakah dia akan menyesal memiliki aku yang ternyata seorang manusia dengan hati yang beku? Meski begitu, aku harap kau selalu sehat dan bahagia.
19 Juli 2024 : Semoga Kau Tidak Bosan
Apa yang terjadi di hari ini? Aku harap harimu berjalan secerah mungkin. Hariku berjalan baik; aku menyetrika dan membereskan kamarku. Ya, istrimu ini Adalah orang yang sangat sulit memiliki keteraturan. Semoga saat aku bersamamu, aku sudah menjadi manusia yang super rapi, ya. Aku yakin kita akan bertemu saat aku benar-benar siap dan kau takkan kesulitan karena diriku.
Aku akan memberikan tatapan antusiasku setiap pagi saat kau terbangun. ini memang sulit, karena aku sangat suka tidur. Mungkin nanti aku akan menjadi orang terakhir yang meninggalkan kamar. Aku sesuka itu tidur, tetapi jika bersamamu, mungkin aku akan sulit tidur karena ketika kau terlelap, aku akan selalu bertanya-tanya kepada Tuhan. Oh Tuhan, ia tidak tahu berapa lama aku menunggunya untuk hadir di kehidupanku. Aku harap dia selalu bahagia. Aku harap dia (kamu) tahu betapa aku berharap hanya kebahagiaan yang menghampirimu. Aku harap aku hanya melihat matamu yang penuh kasih saat bersamaku. Aku harap kau tau betapa aku berterima kasih pada Tuhan atas garis takdir ini.
24 Juli 2024 : Sebuah Hal yang Kamu Harus Tahu, Istrimu Luar Biasa
Hai calon suamiku, hari ini aku memenangkan lomba menulis cerita di ajang internasional, khususnya di negara Korea. Lombanya diadakan secara daring. Aku sangat senang sekali dan aku rasa kau perlu tahu ini. Kemarin juga aku diterima sebagai wartawan asing untuk The Korea Times. Mereka belum mengirimkan surat resminya, katanya akan dikirimkan minggu ini.
Lihat calon istrimu sangat berguna, bukan? Selain menggambar dan merajut, ternyata aku juga bisa mendapatkan sesuatu karena diriku sendiri—tentunya atas izin Tuhan. Bukan, bukan karena aku. Semua ini Adalah kehendak Tuhan. Otakku milik Tuhan, badanku dan hatiku juga milik Tuhan. Pertemuanku dengan orang tuaku, keluarga besarku , para sahabatku, dan semua orang yang menjadi ujian hidupku, itu adalah kehendak Tuhan. Semoga kamu Bahagia, ya, saat bertemu denganku.