Sebelum Pulang

Anam
Chapter #1

PROLOG

Ada saatnya seseorang tidak benar-benar pergi... Ia hanya berubah menjadi jarak yang tak lagi bisa digapai.

​Seperti berjalan di lorong yang gelap dengan cahaya yang redup, aku hanya berteman dengan bayangan sendiri sembari menggenggam serpihan janji yang perlahan kehilangan makna. Dulu, aku pernah percaya bahwa setiap hati selalu memiliki tempat untuk pulang.

​Namun di tengah perjalanan, aku melihat cahaya kecil di sela puing-puing harapan. Sebuah cahaya yang perlahan membuatku percaya bahwa masih ada jalan keluar dari kegelapan. Ia tidak datang untuk menyelamatkanku. Ia hanya hadir... lalu membuat perjalananku tak lagi terasa sepenuhnya gelap.

Lihat selengkapnya