Ajakan Pagi
Pagi baru menyentuh atap. Embun masih menggantung di ujung daun.
Suara ketukan di pintu depan. Tiga kali. Pelan.
Galang membuka pintu. Pak Hadi berdiri di teras. Memakai kemeja lusuh, celana panjang digulung sampai betis. Di tangan kanannya, topi caping. Di tangan kiri, dua cangkul disandarkan ke bahu.
“Temani ayahmu ke kebun,” kata Pak Hadi.
Galang menoleh ke dalam. Ayah sudah di ruang tengah. Duduk di kursi rotan. Topi lamanya sudah di kepala. Warnanya pudar. Talinya hampir putus. Tapi selalu dipakai.
Ayah menatap Galang. Tidak bicara. Hanya mengangguk sekali.
Galang menghela napas. Mengambil jaket di gantungan.
“Ya.”
Jalan Setapak
Mereka berangkat. Galang mendorong kursi roda Ayah. Pelan. Jalan setapak masih basah.
Kiri kanan sawah. Padi mulai menguning. Di kejauhan, suara air di sungai kecil. Gemericik. Angin membawa bau lumpur dan rumput.
Baru beberapa langkah, Ayah mengangkat tangan kanan. Lemah.
Galang berhenti.
Ayah menunjuk ke atas. Burung pipit di kabel.
Galang mendongak. Burung itu terbang.
Jalan lagi.
Beberapa meter kemudian, Ayah mengetuk pelan sandaran kursi.
Berhenti lagi.
Kali ini Ayah menatap pohon asam tua di pinggir jalan. Batangnya besar. Kulitnya retak-retak. Di bawahnya, bunga liar warna ungu.
Galang jongkok sedikit. Ikut melihat.
Tidak ada kata.
Jalan lagi.
Galang mulai sadar. Ayah berhenti bukan karena lelah. Ia berhenti karena melihat.
Yang melemah hanya tubuhnya. Bukan hatinya.
Kebun
Gerbang bambu terbuka. Galang mendorong kursi roda masuk.
Ia berhenti.
Kebun itu luas. Lebih luas dari ingatannya. Barisan pohon mangga, jambu, rambutan. Di sela-selanya, singkong dan cabai. Tanahnya bersih. Tidak ada rumput liar menjalar. Daun-daun kering dikumpulkan di sudut.
Semuanya sehat. Batang pohon tegak. Daunnya hijau tua.
Padahal Ayah sudah sakit.
Galang menoleh ke Pak Hadi. Bertanya tanpa suara.
Pak Hadi hanya tersenyum. Menaruh cangkul di tanah.
Ayah menatap kebunnya. Lama. Tangannya memegang ujung topi.
Nama-Nama Pohon
Ayah mengangkat jari. Menunjuk pohon mangga paling dekat.
Pak Hadi mengikuti arahnya.