Sebelum Rumah Menjadi Sepi

GAZALI
Chapter #21

BAB 21 - Kotak yang Menunggu Waktu

Pagi yang Berbeda

Pagi turun. Kabut tipis di halaman.

Galang bangun. Tidak ada suara ayam. Tidak ada suara radio.

Hanya napas Ayah dari kamar. Berat. Pelan.

Ia keluar. Ke dapur. Mengisi ceret. Menyapu.

Saat kembali ke kamar Ayah, Ayah sudah duduk. Bersandar ke bantal. Selimut sampai dada.

Matanya terbuka. Menatap ke meja.

Di atas meja, kunci kecil.

Tidak lagi di leher.

Terletak di sana. Dekat lampu.

Galang berhenti di pintu.

Ayah tidak menoleh. Tapi tahu Galang ada.



Kunci Itu

Galang masuk. Duduk di pinggir tempat tidur.

Ayah menggenggam tangan Galang.

Tangan itu dingin. Gemetar.

Ayah membuka telapak tangan Galang. Pelan.

Lalu mengambil kunci dari meja.

Meletakkan di telapak itu.

Logamnya kecil. Ringan. Tapi berat.

Galang menatap Ayah. Bingung.

Ayah menunjuk lemari. Kayu jati. Tua.

Lalu menunjuk dadanya.

Kemudian menunjuk Galang.

Tidak ada kata.

Tapi Galang mengerti.

Ini bukan sekadar kunci.

Ini izin.


Lemari Tua

Galang berdiri. Langkahnya pelan.

Tangannya gemetar.

Kunci itu dingin di kulit.

Ia ke lemari. Membuka. Kayu berderit.

Di dalam, tumpukan sarung. Baju lusuh. Sabuk kulit retak.

Di paling bawah.

Kotak kayu.

Debunya tebal. Seperti sudah bertahun-tahun tidak disentuh.

Galang jongkok. Mengambil.

Berat.

Ia meniup debu. Batuk kecil.

Kayunya halus. Sudutnya tumpul. Dimakan waktu.

Jelas...

Sudah bertahun-tahun menunggu.


Ayah Mengangguk

Galang membawa kotak ke tempat tidur.

Duduk di lantai. Kotak di pangkuan.

Ia belum berani membuka.

Menoleh ke Ayah.

Ayah menatap kotak itu. Lama.

Lalu menatap Galang.

Matanya basah. Tapi tidak jatuh.

Ia mengangguk. Perlahan.

Sekali.

Seolah berkata,Sekarang.

Galang menelan ludah.

Jari-jarinya ke lubang kunci.


Benda-Benda Kecil

Klik.

Kunci berputar.

Galang membuka tutup. Pelan.

Tidak ada surat di atas.

Yang pertama terlihat:

Sepasang sandal bayi. Biru. Kainnya lembut. Ukurannya sekecil telapak tangan.

Di bawahnya, mobil-mobilan. Rodanya hilang satu.

Raport. Kelas satu. Nama: Galang. Nilai delapan. Sembilan. Tinta pulpen biru.

Lihat selengkapnya