Blurb
Alya hanya ingin lari sebentar dari riuhnya pekerjaan kantor. Namun, stasiun berdebu jam 4 sore itu memberinya sesuatu yang lebih: tiket kereta kuno Edmondson dan kedatangan Senja Express yang misterius.
Naik ke atas gerbong kayu yang hangat bersama kenangan di dalam tas kain Nenek, Alya memulai perjalanan menembus batas antara realita dan ketenangan batin. Kereta itu tidak hanya membawanya berpindah tempat, tetapi juga membimbingnya menyembuhkan luka yang selama ini ia sembunyikan di balik kata "baik-baik saja".