Dengan diiringi air matanya, Hamid menatap wajah putri Wisnu. Ia dapat melihat raut wajah anak perempuan itu yang nampak pucat. Mungkin karena ia sudah mengerti bahwa ayahnya telah meninggalkannya. Hamid sebenarnya menyaksikan saat prosesi pemakaman Wisnu berlangsung, anak yang masih berada dalam gendongan ibunya itu terus menatap peti jenazah sang ayah hingga peti tersebut sampai ke dalam perut bumi. Menurutnya, anak itu telah mengerti bahwa yang berada di dalam peti tersebut merupakan ayahnya.
Meskipun ekspresi di wajah anak itu terlihat tabah hingga tak mengeluarkan setetes pun air mata, tetapi Hamid tetap merasa iba. Bagaimanapun ekspresi yang dikeluarkannya saat dirinya mengetahui bahwa ayahnya meninggalkannya, ia tentu saja merasa sedih. Tetap saja dirinya akan sangat merindukan ayahnya tersebut. Tetap saja dirinya tak bisa kehilangan sang ayah karena masih membutuhkannya. Dan agar rasa rindu sang anak tak menyiksa dirinya, maka Hamid ia harus melakukan sesuatu.
“Anda pikir itu bisa menyelesaikan masalahnya? Anda pikir itu bisa membuat anak saya melupakan ayahnya?” ucap wanita itu tak terima dengan pernyataan Hamid.
Suara wanita tersebut yang keras membuat hati Hamid bergetar. Ia seolah ditusuk oleh pisau belati pada bagian jantungnya sehingga dirinya ingin jatuh di tempatnya saat itu juga.
“Memang tidak, Mbak. Saya tahu itu memang tidak akan terjadi. Tapi setidaknya saya bisa meringankan beban Mbak,” jawab Hamid mencoba untuk meyakinkan wanita yang berdiri di depannya.
“Saya hanya mau anak saya bersatu kembali dengan ayahnya. Apakah Anda bisa membuat suami saya kembali lagi?” tanya wanita itu dengan nada tegas.
Pertanyaan yang diucapkan wanita itu membuat hati Hamid bergetar. Kesalahannya begitu besar hingga tak mungkin ada kata maaf baginya. Karena seberapa banyak diri ya meminta maaf, tak akan mungkin membuat Wisnu kembali.
“Aku memang tidak akan bisa mengembalikan Wisnu kepada kalian. Tapi aku akan mencari cara lain untuk bisa memperbaiki semuanya,” ucap Hamid.
“Aku tidak yakin dengan ucapan manismu itu. Paling Anda hanya akan menambah masalah saja. Bukan malah mencari solusinya,” jawab wanita tersebut.