Sebuah Pengabdian 2

Anggrek Handayani
Chapter #49

49.Pergi ke Playground

Hamid dan Zahra menghentikan langkahnya seketika saat keduanya tak sengaja mendapati Surya yang telah keluar dari kamarnya. Tatapan mata mereka tak pernah beranjak dari Surya. Surya pun dibuat bingung dengan cara kedua orang tuanya menatap dirinya tersebut. Bukannya bergegas untuk pergi setelah dirinya menghadap, kedua orang tuanya itu malah menatap dirinya seolah ada yang salah pada dirinya tersebut

“Lo? Sudah selesai salatnya? Khusuk nggak?” tanya Hamid.

Surya menganggukkan kepalanya cepat lalu menjawab, “Khusuk kok, Ayah.”

“Benar? Jangan sampai cepat-cepat salatnya hanya karena Ayah mengajakmu pergi. Kita bisa pergi jam berapa saja. Ibadah harus tetap utama.”

“Surya khusuk tidak salatnya?” Zahra turut bertanya.

Surya menunduk dalam. Kemudian dengan suara yang bergetar ia berkata, “Maaf, Ayah, Ibu. Surya cepat-cepat salatnya. Surya sudah tidak sabar pergi bersama Ayah dan Ibu.”

“Kalau begitu, lain kali jangan diulangi, ya,” tutur Hamid

“Ya sudah, sekarang ulangi lagi salatnya! Ibu dan Ayah tunggu di sini,” perintah Zahra.

“Baik, Ibu.”

Tatapan Zahra berhasil menciptakan rasa takut dalam hati Surya. Dengan cepat, ia membalikkan tubuhnya untuk kemudian kembali ke kamarnya. Karena wudhu yang baru saja diambilnya beberapa menit yang lalu belum batal, ia langsung menyiapkan sajadahnya. Lalu ia memakai sarung dan peci kemudian mengambil napas sejenak dan mulai melaksanakan salat zuhur.

Hamid menatap langkah Surya dengan rasa iba. Ia yang sudah tak sabar untuk mengajak keluarga pergi menikmati waktu bersama menjadi heran dengan apa yang dilakukan oleh Zahra pada Surya. Ia pun mengalihkan perhatiannya pada Zahra. Pada istrinya itu, ia bertanya, “Apa yang kamu lakukan, Habibati? Kenapa kamu menyuruh Surya untuk salat lagi?”

“Ya ... Supaya sah salatnya. Apa lagi alasannya?” jawab Zahra singkat.

Lihat selengkapnya