Sebuah Pengabdian

Anggrek Handayani
Chapter #47

Bayangan Masa Lalu Kelam Hamid

Dua hari sudah pesta ulang tahun Hamid telah berlalu. Hamid dan keluarganya kini harus bersiap untuk menghadiri pesta pernikahan Wisnu. Segera setelah semuanya telah siap, Hamid mengajak Zahra untuk pergi ke pesta pernikahan sahabatnya tersebut. Tak lupa ia juga mengajak Surya untuk turut bersama keduanya.

Setelah tiba di tempat tujuan, Hamid terpukau melihat tempat pernikahan Wisnu yang didekorasi dengan sangat indah. Tamu-tamu mulai berdatangan dan memasuki ruangan. Di sisi lain, hati Wisnu merasa tak tenang menunggu kedatangan Hamid. Matanya berkeliling untuk mengetahui apakah sahabatnya itu telah tiba atau masih dalam perjalanan. Pesta pernikahan yang berlangsung begitu meriah itu baginya tiada lengkap tanpa kehadiran Hamid.

Setelah cukup lama matanya itu berkeliling, akhirnya matanya dapat menemukan keberadaan Hamid yang tengah berjalan memasuki ruangan. Sebuah senyuman pun mengembang di wajahnya.

Hamid berusaha menampakkan senyum di wajahnya ketika menghadiri pesta pernikahan sahabatnya itu. Walau di balik rasa bahagianya karena dapat menyaksikan pernikahan sahabatnya itu, sesungguhnya Hamid memiliki duka yang sangat mendalam akibat masa lalu kelamnya. Kenangan tentang masa lalunya yang sangat pahit. Yang tak kan mungkin ia lupakan sampai kapanpun.

Namun Hamid tak ingin mengingat masa lalu kelamnya itu saat berada di hadapan sahabatnya. Ia tak ingin menampakkan kesedihan di wajahnya di saat yang seharusnya menjadi hari yang berbahagia. Ia tak ingin membebani pikiran sahabatnya dengan semua dukanya itu. Ia berusaha untuk tetap tersenyum walau apapun yang terjadi pada dirinya. Walau apa yang sedang dirasakan oleh hatinya yang paling dalam. Karena memang dengan menampakkan senyuman manisnyalah hal terbaik yang bisa ia lakukan untuk sahabatnya dan dirinya sendiri yang ingin terus merasakan kebahagiaan hidup.

“Hei Hamid! Akhirnya kamu datang juga. Aku senang sekali kamu mau mengorbankan waktumu untuk datang ke pesta pernikahanku, seru Wisnu menyambut kedatangan Hamid.

“Hei, kamu ini bicara apa? Mana mungkin aku tidak datang ke acara pernikahan sahabatku sendiri? Kamu lihat sendiri! Aku menepati janjiku untuk datang bersama keluargaku," jawab Hamid.

Wisnu menolehkan pandangannya pada Zahra yang berdiri di belakang Hamid. Kemudian ia merapatkan kedua tangannya dan menundukkan kepalanya pada istri Hamid tersebut. Zahra pun melakukan hal yang sama untuknya. Wisnu tak lupa untuk mengalihkan pandangannya pada Surya yang berdiri tepat di samping Zahra. Ia pun kembali tersenyum bahagia saat melihat Surya juga turut serta datang ke pesta pernikahannya tersebut.

“Hei Surya! Ternyata kamu juga datang? Ayo kita tos dulu!” seru Wisnu.

Wisnu membuka tangannya dan mengangkatnya. Surya juga mengangkat kedua tangannya dengan posisi terbuka. Kemudian Wisnu menepuk tangannya itu dengan kedua tangan Surya. Setelah itu Wisnu membelai rambut Surya. Hamid tersenyum melihat kedekatan Wisnu dan Surya.

“Kamu lihat sendiri kan Hamid! Istriku ini sangat cantik. Walau kami dijodohkan,” ucap Wisnu pada Hamid.

Lihat selengkapnya