Crystal membelokkan Kia Rio-nya memasuki sebuah klaster lama tetapi masih tampak terawat. Mobilnya terus melaju, hingga kemudian berhenti di sebuah rumah. Dan seperti kebiasaan lamanya, ia pun turun dan membuka pagar rumah itu lebar-lebar hingga mobilnya muat untuk masuk. Segera setelah memarkir mobil, ia pun segera masuk. Melalui pintu samping dekat garasi dan bukan pintu depan. Seperti kebiasaan lamanya dulu.
“Eh … Non Crystal tumben ke sini.” Sosok wanita paruh baya yang tengah membereskan ruang tengah sontak menoleh. Itu adalah Mbok Narti, asisten rumah tangga di rumah Papa dan Mama yang sudah lama bekerja semenjak Crystal kanak-kanak.
Crystal tidak menjawab, tetapi bibirnya menyunggingkan senyum dan lalu tertawa pelan.
“Papa sama Mama di mana, Mbok?”
“Ada di ruang kerja Papa. Udah ditunggu dari tadi, Non.”
Crystal mengangguk dan kemudian kembali melangkah menuju ruang kerja Papa.
…
Sebuah televisi besar menyala di sudut meja. Tampilan layarnya masih didominasi wana hitam. Kecuali sebuah kotak kecil yang menampilkan tiga orang, yaitu Crystal beserta Papa dan Mama. Hari ini, Crystal berinisiatif mengajak anggota keluarga besar Purbalingga untuk bertemu secara daring guna membahas penyusunan buku keluarga.
Sejujurnya, Crystal merasa tegang. Baru kali ini ia akhirnya bertemu dengan keluarganya yang “hilang”. Ia pun melirik Papa sekilas. Namun, sepertinya tidak ada ketegangan di raut wajah Papa.
Sebuah request tiba-tiba mampir di panel admin Crystal. Tertera sebuah nama: APW. Sejenak dahi Crystal mengernyit sebelum akhirnya ia tersenyum lebar. Ia pun meng-approve request tersebut. Dan tampillah sosok pemuda berwajah bule di layar.
“Sore, Mbak Crystal.” Sosok itu menyapanya.
“Sore, Mas Yugo. Masih di Purbalingga?” Crystal balas menyapa.
“Udah di Jakarta lagi, kok.”
“Di Jakarta-nya di mana, Mas? Main-mainlah ke Bintaro sini.” Malah Papa yang menyahut.
“Beres, Om.” Yugo tampak menjentikkan jemarinya.
Tak lama, sebuah kotak kembali muncul. Kali ini yang muncul adalah sosok perempuan muda, mungkin seumuran Crystal.
“Selamat sore … saya Cynthia, kakaknya Yugo. Boleh join, ya. Mumpung di kantor pas lagi nggak ada kerjaan.”
“Mbak Cynthia berarti cucunya Mbah Muhammad juga, ya?” Crystal memastikan.