SEBUTIR NASI DI MEJA MAKAN ORANG-ORANG

Oleh: Aga Lesmana

Blurb

"Seberat apa pun tikaman mautnya, hidup akan selalu layak diperjuangkan sampai gelegar napas penghabisan."

Di kota megapolitan ini, harga sebuah nyawa sering kali lebih murah daripada biaya parkir mobil mewah di lobi gedung pencakar langit.

Bagi Malik, Panji, dan Pak Sartoni, hidup di gubuk reyot di pinggiran rel kereta api Jakarta adalah pertempuran harian melawan lapar, utang, dan ancaman penggusuran. Mereka harus bertahan di tengah kepungan dunia yang menuntut mereka untuk memilih: menjadi binatang buas demi bertahan hidup, atau tetap menjadi manusia dengan tangan yang bersih dari kejahatan.

Di antara butiran nasi yang didapat dari cucuran keringat jujur, deru kereta api, dan kerasnya aspal ibu kota yang meremukkan batin, novel ini menelusuri batas tipis antara keputusasaan dan kemenangan rohani. Sebuah kisah megah tentang cinta keluarga, solidaritas kaum papa, dan keberanian untuk tetap berdiri tegak ketika dunia merampas segalanya dari tanganmu.

"SEBUTIR NASI DI MEJA MAKAN ORANG-ORANG" adalah sebuah cermin tajam yang memotret ketimpangan sosial Jakarta, sekaligus pesan yang menghunjam bagi siapa saja yang sedang berjuang di sisi tergelap sejarah, mengingatkan bahwa di bawah kolong langit yang kejam, integritas dan kasih sayang adalah harta paling abadi yang tidak bisa dibeli oleh seluruh kekayaan raja-raja di dunia.

Lihat selengkapnya