SECANGKIR KOPI DAN AFEKSIMU

Monacino
Chapter #10

10. BERSEBELAHAN

Winaya mengemasi pakaian dirinya, pakaian anaknya, juga keperluan mereka berdua selama perjalanan liburan ke pantai. Walau hanya perjalanan sehari, tetapi barang bawaan Winaya lumayan juga. Satu tas cukup besar dan tas kecil milik Reya. Jika kebanyakan orang berangkat pagi untuk liburan, mereka berangkat malam sekitar pukul sepuluh malam. Katanya supaya bisa sampai di tempat tujuan sekitar pukul lima, jadi paginya bisa menyaksikan sunrice yang indah.

"Reya pakek baju tebal ya, Sayang. Supaya Reya nggak masuk angin," ujar Winaya memasangkan jaket pada putrinya.

Ponselnya bergetar di atas kasur. Winaya segera memeriksa pesan yang masuk, ternyata itu dari Resty. Resty mengatakan bahwa ia sudah dalam perjalanan menuju tempat kumpul bis yang akan membawa mereka ke pantai. Winaya pun membalas dengan rekaman suara saja.

"Iya ini aku sudah siap, Res. Siap berangkat juga ke sana. Tunggu aja di sana, ya, kalau kamu duluan sampai."

Winaya segera menyimpan ponselnya dalam tas kecil yang ia selempangkan di pundaknya. Usai semua telah terkemas dengan baik, Winaya meraih tas dan menggendong Reya keluar dari kamar.

Pukul sepuluh sudah cukup larut. Winaya sangat sungkan untuk izin pada mertuanya. Berulang kali ingin mengetuk pintu kamar sang mertua, tetapi urung karena meragu. Takut kalau mengganggu tidur mertuanya. Kebetulan sekali, Risma melihat keberadaan Winaya bersama Reya di depan pintu kamar Helda.

"Wina, kamu mau berangkat sekarang?"

Winaya menoleh dengan raut wajah ramah. "Iya nih, Ris. Mau izin ke ibu, tapi ganggu nggak, ya? Kira-kira ibu udah tidur apa belum?"

"Udah tidur tadi jam sembilan abis ngobrol di ruang tengah. Kamu pergi aja, nanti besok pagi aku yang bilangin ke ibu, ya. Hati-hati, Win," ucap Risma.

"Ya udah deh. Makasih ya, Ris. Aku sama Reya pergi dulu," kata Winaya yang langsung diangguki oleh Risma.



Tempat berkumpulnya mereka adalah di halaman Universitas Geonard Smart. Jadi Winaya dapat memarkir mobilnya dengan aman di sana. Ternyata Resty juga sudah sampai, gadis itu langsung menyerbu ke mobil Winaya sambil menarik koper kecilnya.

"Reya! Sini, Sayang! Ikut sama Tante, ya," seru Resty langsung merebut Reya dari gendongan Winaya. Gadis satu ini memang paling semangat jika sudah bertemu Reya. Ya bagaimana tidak, Reya adalah anak kecil yang cantik, putih, dan pulen. Lucu sekali walau tanpa ekspresi.

"Lama kamu nunggu, Res?"

Lihat selengkapnya