SECANGKIR KOPI DAN AFEKSIMU

Monacino
Chapter #13

13. JANDA

Jendra menghampiri ayah dan ibunya yang baru saja datang ke acara liburan itu. Semua dosen yang ada di sana langsung berkumpul untuk menyapa Tuan Geo dan Nyonya Shania. Termasuk Winaya yang sekarang berdiri di samping Dewi.

"Maaf saya datangnya telat. Bagaimana liburan kali ini? Seneng kan pasti semuanya?" tanya Tuan Geo.

"Senang!"

"Alhamdulillah senang, Pak."

"Cucok banget Pak Geo pilihin kita tempat liburan."

Mereka semua menyahut dengan antusias. Kedua orang pemilik universitas Geonard Smart itu pun tersenyum lebar sangat senang mendengar sahutan yang begitu antusias tersebut.

"Baguslah kalau emang kalian senang dan menikmati liburannya. Itu saya ada bawa banyak ayam bakar. Silakan ambil bagi yang mau. Anak buah saya yang bakal membagikan. Kalau gitu, silakan lanjutkan aktivitas kalian. Saya dan istri saya juga mau gelar tikar, kami akan membersamai hingga sore nanti," lontar Tuan Geo.

"Makasih, Pak."

"Baik, Pak."

Jendra dan Rukan membantu mempersiapkan karpet untuk Tuan Geo dan Nyonya Shania. Mereka juga menyusun barang bawaan yang tak seberapa banyaknya. Salah satu anak buah Tuan Geo datang membawa beberapa menu makanan untuk mereka berdua.

"Jend, kamu duduknya di mana? Di mana karpetmu?" tanya Nyonya Shania.

Jendra menunjuk ke arah karpet yang diduduki oleh Winaya dan putrinya. Entahlah Resty sedang kemana, tak ada sosoknya di sana.

"Lho, kok diduduki oleh perempuan sama anaknya?"

Jendra duduk di ujung karpet dengan kaki masih memakai sepatu. "Dia salah satu dosen di sini juga, Mah. Anak kecil itu anak dia," tukas Jendra.

"Gapapa itu kamu berduaan aja sama dia? Sama anaknya juga."

Lihat selengkapnya