SECANGKIR KOPI DAN AFEKSIMU

Monacino
Chapter #26

26. PEREMPUAN BERNAMA GHINA

Mobil Jendra telah memasuki area parkiran rumah sepupunya. Acara ulang tahun itu ternyata sangat meriah. Dari gerbang rumah saja sudah ada dekorasinya, lucu, dengan nuansa merah muda. Area parkiran ada di samping rumah. Luas sekali. Sudah banyak mobil dan motor yang terparkir di sana, menandakan tamu undangan telah berdatangan. Jendra, Winaya, dan Reya telah keluar dari mobil. Layaknya keluarga kecil yang bahagia, mereka berjalan menuju pintu utama. Tuan rumah yang tak lain adalah Pak Brain cukup terkejut melihat Jendra membawa seorang wanita dan anaknya yang masih kecil.

"Woah, Jendra! Bawa anak istri kamu?'' gurau Pak Brain.

Jendra tertawa hingga lesung pipinya yang dalam terlihat sangat jelas. "Teman saya, Om Brain. Namanya Winaya dan ini anaknya namanya Reya," ucapnya memperkenalkan.

Pak Brain mengulurkan tangannya untuk berjabatan, Winaya pun menyambutnya dengan senang hati. "Salam kenal ya, Winaya. Saya Brain,'' ucapnya tersenyum hangat.

"Iya, Pak. Saya Winaya."

"Silakan masuk! Bentar lagi kayaknya dimulai tuh. Olivia udah nggak sabar mau tiup lilin. Saya bilang tunggu tamu datang semua. Haha!"

"Ya udah kalau gitu kita masuk dulu, Om."

"Mari, Jendra."

Begitu memasuki rumah besar itu, mereka disambut dengan dekorasi serba pink dengan karakter utama helokitty. Tak hanya Reya, bahkan Winaya pun terpukau. Kalau diuangkan ini dekorasi bisa habis puluhan juta. Sudah seperti acara nikahan saya, full dekorasi seluruh ruangan utama.

Jendra membawa mereka berdua mendekati orang yang berulang tahun yakni Olivia yang kini sudah berusia tujuh tahun. Jendra menggendong Reya yang memegang hadiah, lalu mendekati Olivia.

"Halo, Kak Olivia. Ini hadiah dari Reya, ya," ucap Jendra dengan lembut.

"Halo. Terima kasih, Reya," ucap Olivia menyambut hadiah itu.

Jendra pun memberikan hadiahnya juga pada Olivia. "Ini hadiah dari, Om, ya, Via. Selamat ulang tahun."

"Terima masih, Om Jendra," ujar anak kecil itu menerima hadiah dengan senang hati.

Jendra kembali mendekati Winaya tanpa melepaskan Reya dari gendongannya. Winaya tampak senang sekali melihat banyak anak kecil yang bersuka ria. Melihat anak kecil perempuan yang tumbuh dengan sehat dan rupa yang manis, membuatnya tak sabar ingin melihat Reya seperti mereka. Pastinya Reya sangat cantik ketika tumbuh besar nanti.

Acara ulang tahun dimulai. Semua anak-anak bertepuk tangan dan bernyanyi lagu selamat ulang tahun. Reya sangat kegirangan dengan suasana meriah ini. Winaya dan Jendra yang melihatnya sangat gemas. Sungguh, mereka seperti pasangan suami istri dan anak mereka. Tanpa mereka sadari Tuan Geo dan Nyonya Shania memantau dari kejauhan.

"Mereka udah kayak pasangan dengan satu anak. Liat si Jendra seneng banget. Berasa jadi ayah pasti dia tuh," ujar Tuan Geo geleng-geleng melihat kelakuan anaknya sendiri.

"Jadi mereka beneran kita nikahin nih?" tanya Nyonya Shania.

"Ya tergantung si ceweknya mau apa enggak sama Jendra.''

Lihat selengkapnya