Seducing The Lady

quinnten
Chapter #1

Prolog

Jika disuruh jujur, Lady Clarissa Avery sungguh membenci Musim. Baginya acara tahunan para ton itu hanya ajang menghamburkan uang dalam rangkaian pesta tidak penting yang bertujuan untuk memburu gelar. Lebih tepatnya untuk mencari pasangan yang bergelar bangsawan diselingi gosip tajam di sepanjang malam. Maka, disinilah Clarissa berada. Berdiri diantara pohon palem dan pot-pot tanaman di sudut taman milik keluarga Lord Smith sementara gemuruh pesta terdengar sayup-sayup di belakang.

Kentara sekali dia tengah bersembunyi. Baik dari huru-hara pesta dansa maupun dari pendampingnya, Bibi Marie, yang terlalu bersemangat mencarikannya calon suami pada Musim ini.

Ini bukan Musim pertama yang Clarissa Avery ikuti. Umurnya sudah 21 tahun dan dia telah menjadi debutante sejak usia 18. Masih membekas jelas di memori Clarissa awal ia diperkenalkan ke masyarakat melalui court presentation dan serangkaian acara sosial.

Pesta dansa pertamanya adalah pesta meriah di estate milik Earl of Shrewsbury. Pada awalnya antrian partner dansanya lumayan banyak, namun setelah bermenit-menit kakinya dipaksa berdiri menahan pegal dan rasa mual akibat percampuran bau badan dan wewangian yang menguar di penjuru ruangan, Clarissa mengacaukan Musim pertamanya dengan terus menginjak kaki partner dansanya. Sungguh, ia tak sengaja. Namun citra bahwa Lady Clarissa tak bisa berdansa terlanjur melekat pada Musim itu sehingga tak ada lagi orang yang sudi mengantre berdansa dengannya di pesta-pesta berikutnya. 

Clarissa tentu bersorak riang. Dia tidak ingin terbelenggu dalam pernikahan tanpa cinta yang umumnya dimiliki para ton. Setelah berhasil lolos tanpa suami di Musim pertamanya, tahun-tahun berikutnya Clarissa selalu mencari akal supaya bisa absen dari acara sosial.  Berpura-pura sakit, sengaja menjatuhkan diri di lubang tikus tanah, rela menjadi santapan serangga kala bersembunyi di semak-semak taman dan masih banyak lagi akal bulusnya untuk menghindari serangkaian pesta dansa, sajian opera, tea gathering, charity events, dan berbagai acara tidak masuk akal lain selama Musim berlangsung.

Sayangnya, usia tidak lagi memihak padanya. Sebagai seorang Lady, belum menikah di usia 21 tahun telah menjadikannya buah bibir para ton. Bibinya yang cerewet sangat malu karena itu dan kini terobsesi untuk mencarikannya suami. Itu sebabnya di Musim tahun ini, Bibi Marie benar-benar bertekad menyeretnya menghadiri seluruh acara sosial yang dapat ditemukan di sepanjang London. Namun, alih-alih bertemu calon suami yang potensial ia justru bertemu pria berandal yang tak tahu sopan santun yang yeah, Clarissa akui sedikit tampan. Ingat, hanya sedikit!

Biarpun pria itu memiliki gelar tinggi dan terpandang, namun tetap saja dia berandal.   

***

Lihat selengkapnya