See You In My Late 20s

Yajma Sadida
Chapter #1

Prolog

“Papah mau nikah lagi, ya.”

Kata-kata yang diucapkan Bagas itu membuat Yuda terdiam. Matanya yang sedari tadi fokus mengaduk minuman berwarna coklat di depannya, kini fokus ke satu titik: mata papanya. Yuda berusaha mencari celah bahwa kata yang diucapkan Bagas tadi hanyalah candaan belaka, tapi nyatanya nihil. Tatapan papanya tidak kunjung berubah.

“Ini serius, Da. Udah ada calonnya.” lanjutnya. “Kamu gapapa, ‘kan?”

Yuda mengalihkan pandangannya ke sekitar cafe. Banyak mobil dan motor yang lalu-lalang, terkadang saling membunyikan klakson. Orang yang berjalan di trotoar tampak tidak terlalu memedulikan kebisingan itu, begitu pula dengan dirinya yang juga disibukkan tentang cara menjawab pertanyaan tersebut. Udah dua tahun sih Mamah gak ada, tapi gimana ya ….

“Da? Bentar lagi calonnya mau ke sini, kok. Jadi kamu bisa timbangin dulu kalau mau.” Bagas mengaduk-ngaduk cangkir V60 dan menyeruputnya perlahan. Tak lama, seorang wanita dengan dress selutut berwarna hijau datang menghampiri mereka dan duduk di sebelah Bagas.

Perkenalan antara calon anak dan calon ibu tidak dapat dihindarkan. Yuda hanya menjawab seperlunya sambil terus memikirkan jawaban terbaik apa yang harus dirinya ucapkan. Entah disengaja atau tidak, wanita yang namanya Windy itu kini mulai menunjukkan sisi manjanya dengan bersandar di bahu Bagas. Menanggapi hal itu, tangan kurus Bagas juga kemudian menempel di sepanjang bahu Windy.

Yuda lagi-lagi mengalihkan pandangannya. Merasa menjadi ‘nyamuk’ dalam kencan keduanya, Yuda dengan cepat mencari jawaban yang tepat atas permintaan papanya itu. Setelah mengaduk-ngaduk coklat hangat dan meneguknya dengan cepat, Yuda pun pamit setelah mengatakan: “Terserah papah, apapun yang bikin papah jadi semangat lagi, aku setuju.”


***

Tiga tahun kemudian …

Brak! Brak!

Barang demi barang dijatuhkan terdengar. Terkadang terdengar pula seperti digeser. Yuda yang baru saja membuka mata seketika menepis selimut dan bangkit ke arah jendela. Sesaat setelah membuka jendela, suara Windy memanggil papanya terdengar.

Lihat selengkapnya