Blurb
Ratih Sanggabuana, seorang fotografer pemula, tidak pernah benar-benar tahu bagaimana cara dia mengingat ibunya. Tidak lebih dari ingatan seorang anak kecil yang melihat seorang perempuan mengakhiri hidup ketika usianya belum cukup untuk memahami apa arti kehilangan. Selebihnya adalah ruang kosong yang selama bertahun-tahun dirinya isi dengan kebencian.
Hingga seorang teman lama memintanya mengerjakan sebuah pameran fotografi berjudul Mitokondria, sebuah proyek yang mengeksplorasi proses kehidupan manusia dan warisan ingatan dari suara ibu yang mungkin tetap hidup bahkan setelah tubuhnya tiada. Selayaknya mitokondria itu sendiri.
Dalam proses mengumpulkan potret untuk pameran itu, Ratih mulai berhadapan dengan cerita tentang ibu dari berbagai sudut pandang dan menyaksikan bagaimana seorang ibu dapat tinggal begitu lama di dalam ingatan seseorang.
Perlahan, batas antara ingatan orang lain dan ingatannya sendiri mulai runtuh. Semakin keras dirinya mendorong sang ibu keluar dari kepalanya, semakin banyak jejaknya yang dia temukan di dalam hidupnya sendiri.
"Barangkali ternyata duka adalah buah tangan dari cinta."
Lantas, bagaimana cara Ratih menyusuri fragmen memori infantilnya untuk mencari sosok ibu yang bahkan belum sempat dia ingat dengan sempurna?