Sehan Kanisa: Suami Plenger Istri Jutek Mood 1%

Iksawijey Pradana
Chapter #3

Telepon pertama Ibu mertua #3

"Tidak akan!” seru Kanisa lantang dan Kanisa yang kokoh dengan pandangan ke depan juga tak menoleh ke belakang sama sekali yaitu pada Sehan.


"Oh iya, aku punya saran!" kata Sehan memberhentikan langkah Kanisa.


"Apa?!" Tak disangka Kanisa menghentikan langkah kakinya dan berhenti berjalan saat Sehan mengatakan hal itu, tetapi Kanisa yang berhenti berjalan tidak menoleh ke belakang hanya melirik sedikit.


"Bagaimana kalau kau tidak usah pergi dari rumah ini, tapi kita pisah kamar dan ruangan?" tanya saran Sehan pada Kanisa yang melakukan tawaran.


"Tidak sudi! Aku lebih baik keluar dari rumah ini. Sudah jangan menghalangi langkahku dan pergilah tidur sana!" jawab lantang Kanisa yang lalu melanjutkan langkah kakinya untuk keluar dari rumahnya ini beserta menyeret kopernya.


Kanisa akhirnya pun sampai di depan pintu utama dan membuka pintu itu, Sehan yang kebingungan hanya bisa diam dengan muka yang terlihat sangat bingung dan keringat dingin, akan seperti apakah pernikahan mereka tersebut?


"Hei, setidaknya tidur di rumah ini meskipun hanya malam ini saja, Kanisa!" pinta cemas Sehan.


"Kau pikir siapa aku yang kau suruh-suruh dan harus menuruti perintahmu?" Kanisa merasa sangat kecewa terhadap Sehan dan begitu ketus padanya.


Tak lama setelah percakapan mereka ini ponsel disaku celana Sehan berbunyi dan tak diduga Kanisa tak langsung pergi, tapi malah berhenti menyimak Sehan mengangkat telefon, tetapi raut muka Kanisa begitu sangat ketus dan matanya hanya melirik sedikit ke belakang.


"Astaga ... entah siapa yang telepon, aku harus mengangkatnya. Halo?" Percakapan di dalam telefon pun dimulai.


Lihat selengkapnya