Blurb
Anying Oh Anying
Anyung yang tak terima dipanggil demikian oleh teman-temannya memutuskan membolos sekolah dengan naik ke atas pohon belimbing. Ia marah pada mereka, pada ibunya dan pada dirinya sendiri. Ia bertanya-tanya, mengapa ia harus memiliki nama sayuran yang tumbuh di sawah. Ia sama sekali tak menyukai namanya sendiri.
Di atas pohon belimbing itu, ia dikejutkan oleh sesosok perempuan yang terlebih dahulu bertengger di dahan pohon. Tanda-tanda mulai terbaca. Dan sejak saat itu, ia memandang namanya dengan cara yang sama sekali berbeda. Bukan Anying. Bukan Anyung. Tetapi Lembayung.