“Bagaimana bisa batu itu mengubah aku jadi keong?” Tanya Nenden penasaran.
“Batu itu tidak merubah apapun, dirimulah yang mengubahmu. Heuheuheu.” Kapten Buru2x memberi jawaban ambigu.
Nenden terdiam, matanya berputar mengelilingi pemandangan di sekitarnya. Mengambil jeda untuk berpikir sejenak memikirkan perkataan sang kapten. Beberapa saat kemudian ia menemukan Aha! Momennya.
Nenden kemudian mendekati Kapten Buru2x, menarik ekornya dan menjungkir-balikkan tubuhnya. Lalu memutar tubuhnya 360 derajat biar pusing. Sang kapten meronta-ronta ingin mencakar Nenden namun tangan tak sampai. Nenden merampas Mestika Moy3x dan pistol lasernya. Ia kemudian mengarahkan mestika ke arah Kapten Buru2x.
“Diam!” Seketika itu Kapten Buru2x berhenti meronta-ronta. Nenden berseru kegirangan seperti mendapat hadiah kipas angin dari ciki berhadiah.
Nenden lalu membaringkan sang kapten di tanah. Memanfaatkan keadaan, ia bertanya banyak hal tentang batu tersebut termasuk cara menggunakannya.
Nenden mengarahkan lagi mestika tersebut ke arah sang kapten. “Kembalillah ke dalam pesawatmu di dalam sumur. Jangan pernah keluar, kamu hanya bisa mengeong.”
Begitu selesai komat kamit, Kapten Buru2x mengikuti apa yang Nenden perintahkan. Ia kemudian menutup sumur dengan penutup beton.
“Cihuy!” Nenden kembali ceria. Ia berjalan ke arah dangau sambil meloncat-loncat seperti kelinci. Dapat rejeki nomplok dari hoki seratus tahun dipakai hari itu. Dengan memanfaatkan khasiat batu itu, ia dapat memanipulasi orang-orang untuk keuntungan pribadi. Tapi tak boleh ada yang tahu tentang rahasianya. “Dengan batu ini gue bisa jadi pria kharismatik! Lalalalala!”
“Tono, gue siap buka kelas meditasi!” Kata Nenden mantap. Budi dan Yola kagum akan kelakuan kakaknya yang kadang tidak bisa diprediksi. Apa sih motivasi dia sampai segitunya?
Demi cinta aku akan melakukan apapun! Seru Nenden dalam hati. Yang kalau sampai terdengar adik-adiknya mereka akan muntah darah.
Sambil promosi membuka kelas yoga dan meditasi, Nenden juga diharuskan les privat yoga agar nanti terlihat meyakinkan. Menggunakan Mestika Moy3x, ia menyugesti dirinya bahwa ia adalah instruktur yoga dan meditasi yang handal.
Nenden menyembunyikan mestika dibalik bajunya. Ia mengalungkan batu itu di leher seperti liontin. Tidak pernah melepaskan kalung itu meski ke kamar mandi.
Budi melihat pamflet penawaran kelas meditasi kakaknya yang didesain Yola, lalu membacanya. “Untuk anda yang selalu gelisah ataupun mendambakan kedamaian jiwa. Dibuka! Kelas Meditasi Ketenangan Jiwa bersama instruktur Nenden. Buruan daftar! Kuota terbatas. Early bid bonus langganan gratis enam bulan isi ulang galon Sobirin Park. Dapatkan satu tahun free pass Sobirin Park untuk semua peserta kelas meditasi. Gak sekalian dia jualan produk herbal? Ehehehe.”
“Itu juga ada dalam rencana jangka pendek. Ehehehe.” Sahut Yola. Apalagi yang bisa dieksploitasi dari Nenden?
“Astaga, kakak aing memang inopatip! Gue malah terkejyut kalau ada yang ikutan.” Lia tiba-tiba datang merebut pamflet. ”Sini, ntar gue tempel di trotoar lampu merah.”
“Berani taruhan gak? Kalau ada minimal 3 orang yang ikut kelasnya, elu harus ngasih uang jatah bensin tiap minggu, selama 3 bulan.’’ Tantang Budi.
‘’Minimal 10 orang pendaftar. Uang jatah bensin tiap minggu selama sebulan. Deal?”
“Hm,” Budi berpikir sejenak. ”Oke, gue setujuh!”
Seminggu kemudian, Budi dan Lia tak menyangka bahwa peserta kelas meditasi Nenden membludak jadi 100 orang. Kesemuanya adalah orang-orang yang pernah mengunjungi Sobirin Park.
“Gile!” Lia membelakkan mata melihat daftar peserta di catatan administrasi Yola. ‘’Pake guna-guna kali ya?’’
“Apakah kau melupakan janji yang kau berikan? Malam kunantikan, dan siang kuimpikan.” Budi berdendang dengan penuh penjiwaan di depan pintu kamar Yola. Apapan sih Lu Bud?
“Inget aja Lu!” Lia kemudian membuka dompetnya. Memberikan tujuh lembar sepuluh ribuan.
“Teh, pertamax udah naiiiik.” Budi merajuk.
“Kapan naiknya?”
“Tengah malam.”
“Gue gak tahu tuh. Udah, pake pertalite aja atau beli bensinnya setengah aja. Beli oplosan kek. Pokoknya harus cukup seminggu. Bye! Princess cantik mau ke hospital dulu.”