SEKTE PENYEMBAH KUCING

Z. Uyun
Chapter #20

DI MANA NENDEN?

Mestika Moy3x tidak bisa mengabulkan keinginan manusia atau punya kekuatan luar biasa. Tapi ia bisa mengendalikan gelombang otak, memanipulasi pikiran alam bawah sadar mahluk hidup yang sudah dahsyat dari sebelum lahir. Hal itulah yang dipegang teguh oleh Nenden. Sesaat sebelum pergi dengan panci terbang, dari geladak pesawat, ia mengarahkan Mestika Moy3x  ke banyak orang pada umumnya dan beberapa orang pada khususnya. Semua orang tersebut ia buat pingsan.

Nenden mengarahkan Mestika Moy3x pada semua orang di lapangan yang pernah terpengaruh oleh manipulasi Tonomen melupakan kejadian kerusuhan di hari itu. Ia mengarahkan mestika ke arah Lia agar menghapus memori tentang Fakih pernah jadi bagian hidupnya dan segera move on. Ia juga mengarahkan mestika Fakih agar membeli Sobirin Park yang akan dilelang bank dengan harga tinggi sehingga menyisakan uang sebesar 2 milyar rupiah setelah dipotong bank. Sekaligus menghapus memori tentang Lia dari otak Fakih. Ia mengarahkan mestika pada Yola untuk melupakan trauma kasus pelecehan. Ia mengarahkan mestika pada Budi agar membeli motor matik dan menjual motor trailnya. Ia mengarahkan mestika pada Jaka agar merawat patung-patung kucingnya, khususnya si kucing oren.

Minna-san sayonara!” Menirukan kalimat perpisahan di anime-anime, mata Nenden berkaca-kaca.

Padahal sebenarnya Nenden tidak perlu ikut ke Planet Meorus. Tapi ia galau berat apakah harus menetap di bumi bersama Hj. Sumiati atau ikut tinggal dengan bangsa kucing alien. Bodohnya Nenden, ia tidak memperkirakan bahwa jarak Planet Meorus yang ada di antah berantah, dengan Planet Bumi adalah sekitar 5 tahun perjalanan pesawat luar angkasa. Jadi dibutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun untuk bolak balik Meorus-Bumi.

 Sementara itu Kapten Buru2x lupa menendang Nenden dari pesawatnya, toh ia tidak dibutuhkan lagi. Ditambah identitas asli Nenden adalah warga Planet Meomen. Namun setelahnya ia berpikir, anggap saja Nenden souvenir manusia yang aku dapat dari Planet Bumi. Nanti ia bisa pamerkan pada bawahan dan atasannya. Kapten Buru2x tersenyum licik sambil memegang navigasi pesawat.

Setelah Nenden mangkat dengan panci terbang, orang-orang di lapangan tersebut sadar. Mereka tidak ingat apa yang telah terjadi hari itu.

Di dalam pesawat Kapten Buru2x, Nenden duduk di pojokan sering melamun. Kadang ia menangis tanpa sebab.

“Maaak…Bundaaa…Nenden pengen pulaaaang.”

“Berisik! Diam gak! Kita ini sudah 3 tahun perjalanan dari Bumi! 2 tahun lagi kita sampai Planet Meorus!’’

Karena tidak tahan mendengar ratapan Nenden, Kapten Buru2x kemudian mengubahnya jadi kucing bersuara kucing.

Sementara itu di Bumi, Hj. Sumiati setelah keluar dari rumah sakit menanyakan keberadaan anak sulungnya kepada Lia, Yola dan Budi. Namun ketiga anaknya itu tak merasa pernah punya kakak laki-laki bernama Nenden.

Mereka menganggap emaknya mengalami distorsi ingatan gara-gara kena stroke. Mereka bertiga menunjukkan kamar yang kata emaknya tempat tidur Nenden, sebenarnya adalah kamar untuk ART. Di dinding rumah pun, foto-foto keluarga besar tidak ada potret anak laki-laki seperti ciri-ciri yang disebutkan emaknya.

“Bunda halu kali ya?”

Hj. Sumiati kemudian menunjukkan secarik kertas ‘I love You Bunda, tertanda Budi’. Ia mengatakan itu bukan tulisan Budi melainkan karya Nenden. Hj. Sumiati beralasan ia sangat mengenal karakter tulisan anak-anaknya. Walaupun Budi kekeuh itu tulisan miliknya.

Yola menjelaskan bahwa Nenden yang disebut emaknya kuliah jurusan seni rupa adalah Nenden yang lain. Ia sampai membawa orang tersebut ke hadapan Hj. Sumiati. Ia juga menjelaskan bahwa tak ada teman kuliah Nenden yang bernama Tono. Setiap orang dekat dan tetangga yang ditanyai oleh Hj. Sumiati tentang anaknya Nenden, mereka mengaku tidak pernah mengenalinya. Ia akhirnya stress sendiri dibohongi anaknya.

“Nendeeeeeen anak aing!”

Pantang menyerah, emaknya Budi kemudian meminta pelukis profesional untuk menggambar sosok laki-laki dengan ciri-ciri seperti Nenden. Yang hasil akhirnya nampak seperti potret Che Guevara berambut gondrong. Ia menempel gambar poster besar tersebut di teras rumah dan toko, dan sekitar lingkungan mereka. Budi ditugasi untuk menempel dan merawat poster-poster tersebut. Di bawah poster tertulis, Dicari Anak Muda Ganteng Bernama Nenden, Hub. Nomor 08xxxx.

Lihat selengkapnya