Selagi Masih Ingat

Oleh: Caiden Roux

Blurb

Soebagyo, 72 tahun, mengidap Alzheimer. Setiap malam ia merekam suara-suara di rumah — hujan, masakan, tawa — karena tidak tahu cara lain menjaga hal-hal yang ia cintai.


Ketika kondisinya memburuk, tiga anaknya terpaksa pulang. Rara yang sudah tiga tahun menanggung seorang diri. Hendra yang jauh dan sibuk dengan hidup yang tidak pernah benar-benar ia pilih. Nisa yang pergi mencari dirinya sendiri tapi tidak pernah benar-benar menemukan.


Di rumah masa kecil yang catnya sudah kusam, mereka menemukan seribu lebih rekaman suara, surat yang tidak pernah terkirim, dan gambar-gambar yang diam-diam disimpan di laci selama bertahun-tahun.


Bapak lupa nama mereka. Tapi ia tidak pernah berhenti mencintai mereka — dengan cara yang tidak pernah ia ajarkan dan tidak pernah mereka mengerti, sampai sekarang.


Selagi Masih Ingat adalah cerita tentang rumah, tentang jarak, dan tentang cinta yang tidak selalu tahu cara mengucapkan namanya sendiri.

Lihat selengkapnya