Bab 2
Bekal Makan Siang
Pagi itu, langit begitu cerah.
Seperti biasa, tiga anak kelas 4 SD berjalan menuju sekolah dengan langkah santai. Ezra berada di tengah sambil membawa tas biru tua. Elfaraz berjalan di sebelah kanan dengan wajah tenang, sedangkan Jovan di sebelah kiri tak henti-hentinya bercerita.
"Eh kalian tahu gak?" kata Jovan bersemangat.
"Apa lagi?" tanya Ezra sambil tersenyum.
"Tadi pagi ayam peliharaanku kabur. Ayah sampai lari keliling kampung." Lanjut Jovan bercerita.
Ezra tertawa kecil. "Terus ketemu?"
"Iya." Jawab Jovan
"Di mana?" Tanya Ezra.
"Di dapur tetangga." Jovan bersemangat.
Mereka bertiga tertawa hingga beberapa murid menoleh ke arah mereka.
Bel istirahat berbunyi.
Tanpa dikomando, Ezra, Elfaraz, dan Jovan langsung menuju taman kecil di belakang perpustakaan. Tempat itu mulai menjadi tempat favorit mereka untuk makan siang.
Ezra membuka kotak bekalnya "Hari ini ibu bikin nasi goreng."
Elfaraz membuka bekalnya perlaha, "Aku bawa ayam kecap."
Jovan tersenyum lebar, "Nah, kalau aku..."
Ia membuka kotaknya dengan penuh percaya diri.
"Hanya telur dadar."
Ezra langsung mengambil sendok, "Kalau begitu ayo kita satukan kumpulkan lalu kita bagi rata."
Elfaraz mengangguk.
"Makanan itu lebih enak kalau dimakan bersama."
Sejak hari itu, mereka membuat aturan sederhana.
Siapa pun yang membawa bekal, semuanya adalah milik bertiga.