Bab 4
Kejutan untuk Ezra
Bulan Mei akhirnya tiba.
Pagi itu, udara terasa lebih sejuk dari biasanya. Burung-burung berkicau di pepohonan sekitar SD Nusantara Harapan. Hari itu adalah 3 Mei, hari ulang tahun Ezra Arsenio yang ke-10.
Namun, Ezra sendiri lupa.
Baginya, ulang tahun hanyalah hari biasa.
Dua hari sebelumnya, sepulang sekolah, Elfaraz dan Jovan diam-diam berkumpul di bawah pohon ketapang.
"Aku punya ide," bisik Jovan.
"Kita kasih kejutan buat Ezra."
Elfaraz mengangguk.."Tapi jangan sampai dia tahu."
"Aku akan minta izin ke Bu Ratna."
Jovan tersenyum lebar. "Aku beli balon dulu y, sekalian bikin kartu ucapan."
Elfaraz membuka dompet kecilnya. "Aku masih punya uang tabungan."
"Kita beli kue kecil."
Mereka pun membagi tugas.
Meski uang jajan mereka tidak banyak, keduanya rela menyisihkan sebagian agar sahabat mereka bisa merasakan ulang tahun yang istimewa.
Pagi sebelum Ezra datang, Bu Ratna membantu menghias sudut kelas dengan pita warna biru dan putih.
Beberapa teman sekelas ikut membantu meniup balon.
Di papan tulis tertulis besar:
"Selamat Ulang Tahun, Ezra!"
Semua sepakat merahasiakannya.
Beberapa menit kemudian...
Ezra masuk ke kelas seperti biasa.
Ia masih membawa buku cerita kesayangannya.
"Selamat pagi, Bu."
"Pagi, Ezra," jawab Bu Ratna sambil menahan senyum.
Begitu Ezra melangkah ke tengah kelas...
"SATU..."