Bab 6
Kejutan untuk Jovan
Bulan Juli akhirnya tiba.
Di kalender kecil yang ditempel di dinding kamar Ezra, angka 13 telah diberi lingkaran merah sejak beberapa minggu sebelumnya.
"Itu hari ulang tahun Jovan," gumam Ezra sambil tersenyum.
Di sisi lain kampung, Elfaraz juga sedang menghitung uang tabungannya.
Tidak banyak.
Namun cukup untuk membeli sebuah hadiah sederhana.
Mereka berdua sudah sepakat.
Tradisi kejutan ulang tahun harus tetap berlanjut.
Dua hari sebelum ulang tahun Jovan, Ezra dan Elfaraz diam-diam bertemu di bawah pohon ketapang.
"Kita kasih apa ya?" tanya Ezra.
Elfaraz mengeluarkan sebuah kantong kertas.
"Aku sudah beli gantungan kunci."
Bentuknya tiga bintang kecil yang saling terhubung oleh sebuah cincin.
"Kenapa tiga bintang?" tanya Ezra.
Elfaraz tersenyum tipis. "Karena kita bertiga."
Ezra mengangguk kagum. "Wah bagus."
"Aku juga sudah menulis surat."
"Surat?" Tanya Elfaraz
"Iya." Jawab Ezra, "Biar nanti kalau sudah besar, dia masih bisa membacanya."
Sementara itu, Jovan sama sekali tidak menyadari rencana kedua sahabatnya.
Ia justru sibuk mengajak mereka bermain sepak bola sepulang sekolah.
"Besok main lagi ya!"
Ezra dan Elfaraz saling melirik sambil menahan senyum.
"Besok kita lihat dulu."
Jovan mengangguk tanpa curiga.
Tanggal 13 Juli pun tiba.
Seperti biasa, Jovan datang paling awal ke sekolah.
Ia sama sekali tidak ingat bahwa hari itu adalah ulang tahunnya.
Ketika bel masuk berbunyi, Bu Ratna berdiri di depan kelas.
"Anak-anak..."
"Hari ini kita punya alasan untuk bersyukur."
Jovan mengangkat alis.