Bab 9
Hari Kelulusan
Pagi itu, halaman SD Nusantara Harapan dipenuhi wajah-wajah yang tegang.
Hari yang telah lama ditunggu akhirnya tiba.
Hari pengumuman kelulusan.
Ezra, Elfaraz, dan Jovan datang bersama seperti biasanya. Namun kali ini, langkah mereka jauh lebih pelan. Tidak ada candaan. Tidak ada tawa.
Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Aku deg-degan," bisik Jovan.
Ezra tersenyum tipis. "Aku juga."
Elfaraz mengembuskan napas panjang. "Semoga kita bertiga lulus."
Bel sekolah berbunyi.
Seluruh murid kelas 6 berkumpul di aula.
Bu Ratna berdiri di depan dengan sebuah map biru di tangannya.
Matanya tampak berkaca-kaca.
"Anak-anak..."
"Hari ini adalah hari yang membahagiakan sekaligus mengharukan."
"Selama enam tahun kalian belajar di sekolah ini."
"Kalian tumbuh menjadi anak-anak yang hebat."
Suasana aula menjadi hening.
Kemudian Bu Ratna tersenyum.
"Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan..."
"...seluruh siswa kelas enam dinyatakan..."
"...LULUS!"
Tepuk tangan dan sorak-sorai langsung memenuhi aula.
Beberapa murid melompat kegirangan.
Ada pula yang langsung memeluk orang tuanya.
Jovan adalah yang pertama memeluk Ezra. "Kita lulus!"
Elfaraz ikut memeluk keduanya. "Selamat... Selamat untuk Sahabatku Ezra, Selamat untuk Sahabatku Jovan, dan Selamat untuk Kita Bertiga
Ketiga sahabat itu saling berpelukan cukup lama.
Mereka tidak menyangka perjalanan yang dimulai dari kelas 4 SD kini telah membawa mereka hingga garis akhir sekolah dasar.