Bab 10
Seragam Putih Biru
Liburan sekolah berlalu begitu cepat.
Hari yang mereka tunggu akhirnya tiba.
Hari pertama mengenakan seragam putih biru.
Ezra berdiri di depan cermin sambil merapikan dasinya. Di meja belajarnya masih tersimpan gelang persahabatan, gantungan kunci tiga bintang, dan buku catatan yang pernah diberikan kedua sahabatnya.
Hari ini bukan sekadar hari pertama sekolah.
Hari ini adalah awal petualangan baru mereka di SMP Harapan Bangsa.
Seperti biasa, mereka bertemu di pertigaan jalan.
Jovan datang paling dulu. "Wah..."
"Kalian keren juga pakai seragam SMP."
Ezra tertawa kecil. "Kamu juga Jo."
Tak lama kemudian Elfaraz datang dengan tas baru berwarna hitam.
Jovan langsung menggoda. "Kelihatan makin pendiam."
Elfaraz hanya tersenyum. "Ayo, ntar terlambat lagi."
Mereka bertiga berjalan menuju sekolah dengan langkah penuh semangat.
Gedung SMP Harapan Bangsa jauh lebih besar daripada SD mereka.
Koridornya panjang.
Lapangannya luas.
Banyak siswa dari berbagai SD berkumpul di sana.
Jovan berbisik, "Banyak banget ya orangnya."
Ezra mengangguk. "Berasa mulai dari nol lagi."
Elfaraz memandang papan pembagian kelas. "Semoga..."
Ia belum sempat menyelesaikan kalimatnya.
Ezra sudah berteriak pelan. "Asyik kita satu kelas!"
Jovan ikut melihat daftar nama. " Eh Benar kita satu kelas lagi!"
Nama mereka bertiga berada di kelas yang sama.