Selamanya Tiga

Ezra Jo
Chapter #21

Bab 20 - (Bab Terakhir) Selamanya Tiga

Bab 20 (Bab Terakhir)

Selamanya Tiga


Beberapa minggu setelah kelulusan SMA...

Pagi itu, pertigaan jalan yang selama bertahun-tahun menjadi tempat pertemuan mereka kembali dipenuhi langkah kaki.

Namun kali ini, tidak ada seragam sekolah.

Ezra mengenakan jaket almamater universitas yang baru diterimanya.

Elfaraz membawa ransel besar berisi perlengkapan kuliah.

Jovan menggenggam sebuah map berisi berkas pendaftaran kampus.

Hari itu...

Mereka akan berangkat menuju kota yang berbeda untuk mengejar impian masing-masing.

Ezra diterima di fakultas yang membawanya semakin dekat dengan dunia sastra dan musik.

Elfaraz diterima di jurusan Arsitektur, sesuai cita-citanya sejak SMP.

Sedangkan Jovan memilih Pendidikan, karena ia ingin menjadi guru yang menginspirasi banyak orang.

Impian mereka berbeda.

Namun tidak dengan hati mereka.

Sebelum berangkat, mereka sepakat mendatangi satu tempat untuk terakhir kalinya sebagai pelajar.

Pohon ketapang.

Pohon itu kini jauh lebih besar.

Batangnya semakin kokoh.

Bangku kayu di bawahnya mulai termakan usia.

Namun ukiran kecil...

E • E • J

Masih terlihat jelas.

Ezra tersenyum.

"Dia masih mengingat kita."

Jovan mengusap ukiran itu perlahan.

"Seperti kita yang akan selalu mengingat tempat ini."

Elfaraz memandang ke arah langit.

"Di sinilah semuanya dimulai."

Ezra mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil.

"Aku punya sesuatu."

Di dalamnya terdapat tiga kalung sederhana berbentuk angka tiga (3).

Di bagian belakangnya terukir nama masing-masing.

Ezra.

Elfaraz.

Jovan.

"Aku membuatnya khusus."

"Supaya..."

"...ke mana pun kita pergi..."

"...kita tetap membawa bagian dari persahabatan ini."

Mereka saling memasangkan kalung itu.

Tidak ada yang berkata apa-apa.

Karena mereka tahu...

Tidak semua perasaan dapat dijelaskan dengan kata-kata.

Tiba-tiba Jovan mengeluarkan sebuah amplop.

"Aku juga punya hadiah."

Lihat selengkapnya