Selumbari

Alfian N. Budiarto
Chapter #21

Bab 20

Berhari-hari pasca pertemuannya dengan Gunawan di rumah sakit tempo hari, Nursita memutuskan untuk tak lagi bertemu dengan Adham. Meski berkali-kali Adham menuntut jawaban atas apa yang terjadi sebenarnya, namun perempuan dua puluh sembilan tahun itu memilih tetap bungkam. Membangun sebuah tanda tanya besar di hati Adham tentang alasan mengapa Nursita memilih meninggalkan rumah sakit dengan terburu-buru saat prosesi pengenalan ia dan orangtua pemuda itu hanya tinggal selangkah lagi. Padahal selama ini Adham sudah tak sabar untuk mengenalkan Nursita pada keluarganya, namun perempuan berkulit sawo matang tadi bersikeras untuk selalu menunda. Perkaranya cuma satu: Nursita masih belum sanggup mendapatkan penolakan. Begitu yang selalu perempuan tadi ucapkan di depan Adham dalam banyak kesempatan. Dan jujur, itu pula yang selama ini Adham takutkan. Namun, sebagai seorang lelaki, Adham tak ingin terus-terusan menggantungkan perasaan perempuan. Ia ingin memberikan kepastian pada Nursita, walau pada akhirnya ia sendiri sadar kalau kepastian yang akan ia tawarkan pada Nursita hanya akan menghadapi dua pilihan timpang: penerimaan dengan kemungkinan penolakan yang jauh lebih besar.

Adham tentu belum lupa tentang bagaimana dulu, dalam satu kesempatan setelah dirinya selesai menjalankan salat Magrib berjamaah bersama Gunawan dan Amira, ayah ibunya itu memberikan sebuah petuah mengenai cara mencari perempuan yang akan ia pilih sebagai pendamping hidup.

“Lihatlah perempuan dari agamanya, Dham. Perempuan yang agamanya baik, tentu akan baik pula dijadikan seorang istri. Dan untuk mendapatkan seorang istri yang baik, maka kamu sendiri harus bisa menjadi pribadi yang baik,” ujar Gunawan dengan tatapan meneduhkan seperti biasanya.

“Benar kata bapakmu, Dham. Jangan pernah berani macam-macam dengan seorang perempuan, kalau kamu belum berani bertanggung jawab. Sebab, di zaman sekarang, sulit mencari anak perawan yang bisa menjaga kehormatannya, Dham.” Amira turut menimpali.

Tentu saja kalimat terakhir yang ibunya katakan barusan membuat segenap sanubari Adham tertohok. Sebab, selama ini dirinya telah diam-diam menjalin hubungan dengan seorang perempuan beranak dari sebuah hubungan terlarang di masa lalu. Untuk kriteria perempuan baik menurut petuah sang bapak, Adham mampu bersaksi kalau Nursita adalah perempuan baik. Namun, untuk kriteria ibunya, Adham sungguh tak yakin perempuan paruh baya itu akan memberikan restunya pada Nursita. Ini yang lantas membuat perasaan Adham kacau. Tentu ia tak pernah berani menyampaikan kalimat pamungkas orangtuanya tadi pada Nursita. Itu sama artinya dengan mematahkan kesempatan yang pernah diberikan Nursita padanya: untuk membiarkan perasaan mereka berjalan seperti air yang mengalir, hingga waktu sendirilah yang kelak akan menentukan ke mana tujuan cinta mereka berlabuh.

“Nur ….”

Nursita yang tengah berdiri di balik meja pemesan di coffee shop miliknya, langsung menoleh begitu mendapati suara renyah yang sangat tak asing. Sudah perempuan berambut gelombang itu katakan pada Adham kalau ia sedang tak ingin ditemui dulu, namun tampaknya rasa penasaran di dada pemuda itu telah mengalahkan segalanya.

“Bisa kita bicara empat mata?” lanjut Adham yang kini hanya dipisahkan panjang sebuah meja pemesanan di antara dirinya dan Nursita.

Nursita yang mendapatkan tatapan penuh tanya dari dua orang karyawannya, segera mengangguk. Tentu di saat begini Nursita tak ingin semakin memancing perhatian. Apalagi kedua karyawannya tadi sama sekali tak tahu mengenai siapa sebenarnya sosok Adham. Seperti kesepakatan mereka dulu, keduanya sama-sama tak ingin terlalu mengekspos hubungan mereka sebagai sepasang kekasih di depan semua orang. Nursita merasa belum siap jika orang-orang menggunjingkan mereka dan hanya memandang dirinya sebagai perempuan beranak yang tak tahu diri yang mencoba merayu berondong. Pun menurut Adham, hubungan mereka cukuplah mereka berdua saja yang tahu dan menjalani sendiri. Ia tak butuh pendapat orang lain yang tak tahu bagaimana dan siapa sebenarnya Nursita.

Lihat selengkapnya