Semanis Putu Ayu Sepahit Mimpi

Kellandrea Maisel
Chapter #1

Mimpi yang Digenggam

Suara tepuk tangan dan ucapan selamat terdengar begitu meriah dan megah walau hanya diserukan oleh satu tim kecil yang tak lebih dari tujuh orang. Sinar tersenyum sambil menunduk berterima kasih. Merah pipinya dan bangga tatapan matanya, menandakan ini adalah buah matang yang semestinya dia petik setelah keras usahanya.


“Selamat, Sinar. Kami tidak sabar menunggu langkah-langkah jeniusmu dalam memimpin tim ini,” ujar salah satu dari tim itu. Seperti mimpi, Suara itu terdengar menggema dan entah dari mulut siapa. Yang ia tahu, berikutnya berhamburan mereka mendekat untuk menyalaminya.


Empat tahun penuh keringat dan air mata, pembuktian yang rasanya tak pernah berujung, akhirnya berakhir manis juga. Setelah memimpin proyeknya hingga sukses dengan hasil yang maksimal, Sinar kini resmi ditunjuk sebagai Brand Manager untuk perusahaannya.


Satu per satu timnya keluar dari ruang meeting yang terasa sesak itu, meninggalkan Sinar sendirian dengan ponselnya yang tiba-tiba menyala. Itu adalah panggilan dari Mr. Kim, atasannya yang selama ini menjadi orang pertama yang mempercayainya.


“Melihat ekspresimu yang sumringah, aku bisa menebak apa yang sedang terjadi,” ujar Mr. Kim dengan hangat diiringi sedikit tawa ringan.


Seperti namanya, wajahnya bersinar. “Semua karena Mr. Kim aku bisa ada di posisi seperti ini. Terima kasih, Mr. Kim.”


“Kamu salah. Aku tidak mungkin mendukungmu kalau tidak melihat ada potensi di dirimu. Jadi, jangan pernah menganggap remeh dirimu sendiri,” tambah Mr. Kim. “Oh, aku mulai terbang besok pagi dari Seoul dan harus mampir ke Hongkong sebentar. Lusa mungkin sudah kembali ke Jakarta. Malemnya aku traktir kamu dan timmu di restaurant sushi favoritmu. Kita harus merayakannya bersama.”


Sebagai orang kepercayaan Mr. Kim, Sinar tahu betul bahwa ketika dia mengucapkan sesuatu, berarti dia berjanji. Dan itu harus dia tepati. Hingga saat ini, Sinar tidak pernah merasa Mr. Kim pernah ingkar janji, walaupun janjinya sekecil apa pun itu.


“Yume Sushi,” batin Sinar. Itu adalah sebuah restoran kecil yang berlokasi tak jauh dari kantor. Letaknya tersembunyi di antara gang-gang kecil ibukota, dan hanya orang-orang pecinta sushi khas original yang tahu tempatnya.


Lihat selengkapnya