Blurb
Dengar baik-baik. Itu suara teriakanmu sendiri saat meregang nyawa.
Sebagai editor audio, Rayhan mengira ia bisa mengenali setiap frekuensi suara di dunia. Tapi tidak dengan file misterius berdurasi sembilan detik yang tiba-tiba muncul di studunya. Di sana, ia mendengar jeritannya sendiri—disiksa, diburu, dan dibunuh dalam sebuah masa depan yang belum terjadi.
Hitungan mundur telah dimulai. Ketika teror itu mulai menyerang orang-orang terdekatnya, Rayhan sadar ini bukan sekadar halusinasi, melainkan sebuah permainan predictive audio simulation yang dirancang untuk merenggut nyawanya secara presisi.
Terperangkap di antara pengkhianatan sahabat dan jebakan maut di sebuah gereja tua terbengkalai, Rayhan harus berpacu dengan waktu sebelum jarum jam menunjuk pukul 23.45 WIB.