Yoon Hae-rin adalah siluman rubah berekor sembilan (Gumiho) yang hidup abadi. Parasnya yang cantik memikat banyak kaum lawan jenisnya di alam perinya.
Suatu hari Hae-rin yang berada di dunia fana mengalami kecelakaan, salah satu ekornya terluka, ia bersandar dibawah pohon yang lebat, kondisinya yang lemah butuh waktu untuk memulihkan diri dengan sendirinya.
Ia menampakan wujudnya sebagai manusia, berpakaian sutra berwarna putih gaya jaman kuno yang terlihat klasik namun menawan, wajahnya yang sangat cantik memikat, kulitnya seputih porselen yang berkilau, menarik perhatian seseorang pria yang berada tidak jauh dari tempatnya.
Pria itu tampak seperti bangsawan berpakaian mahal yang terbuat dari sutra, wajah yang tegas dan rupawan, duduk dengan gagahnya diatas kuda yang ia tunggangi.
Rasa penasaran membuat pria itu mendekat, saat jarak mereka semakin dekat, pria itu dapat mencium aroma wangi dan segar yang ada pada wanita didepannya ini.
"Wanita ini sungguh menawan" ucap pria itu lirih
"Apa dia sedang terluka?"
Pria itu bergegas menghampiri Hae-rin yang sudah lemas bersandar di pohon besar itu sambil memejamkan matanya.
"Nona, kamu baik-baik saja?" Ucap pria itu dengan cemas
Hae-rin samar-samar mendengar suara seorang pria, perlahan kelopak matanya yang sangat cantik itu perlahan terbuka, pemandangan pertama kali yang ia lihat adalah seorang pria yang sangat rupawan duduk tepat didepannya dengan wajah kawatir yang menghiasi wajahnya.
Tatapan mereka bertemu, seolah saling terpesona satu sama lain, degup jantung mereka tak beraturan, darah berdesir, kelopak bunga seperti bertaburan dalam hati mereka.
"Nona, kamu baik-baik saja?" Ucap pria itu kembali
"Kakiku terluka, tuan" Hae-rin sambil menunjuk luka dikakinya
Merasa kasihan pria itupun membantu Hae-rin
"Aku akan mengobatimu"
Pria itu mengambil sebuah obat seperti salep dalam sakunya, kemudian mengoleskan dengan perlahan ke kaki Hae-rin yang sedang terluka.
"Sshhhhh" rintih Hae-rin
" Apakah sakit? Aku akan melakukan dengan perlahan" ucap pria itu sambil meniup luka dikaki Hae-rin agar tidak perih
"Terima kasih tuan, sudah membantuku"
"Tidak masalah"
Pria itu berdiri dari duduknya kemudian melangkah menuju kudanya, saat ia akan meninggalkan Hae-rin dalam hatinya ia merasa tidak tega. Ia berhenti dan berbalik kemudian berkata dengan lembut,
"Nona, dimana rumah kamu? aku akan mengantar kamu pulang"
Hae-rin yang mendengar itu merasa bingung harus menjawab apa, pasalnya ia hidup di alam peri, dengan perasaan bersalah ia harus berbohong dimana ia selama ini tinggal.
"Rumahku berada tidak jauh dari sini tuan, namun rumahku sudah tidak layak huni karena serangan dari serigala beberapa hari yang lalu"
"Lalu kedua orang tuamu?"
"Sudah meninggal tuan" ucap Hae-rin sedih