Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam

Madhiyah Izati Hasanah
Chapter #2

Bab 2. Kembali Ke Ibuota

Hae-rin yang sudah satu Minggu berada ditenda Jendral Kang Yi, ia merasa sedikit demi sedikit bisa beradaptasi, disana ia diperlakukan dengan sangat baik dan masa itu juga kakinya sudah sembuh dengan sempurna.

Setiap pagi ia melihat Kang Yi melatih semua prajuritnya, pria yang terlihat garang dan tegas bersama prajuritnya namun saat bersama dirinya menjadi pribadi yang sangat berbeda, lembut dan pengertian.

Hae-rin menghampiri mereka, membawa seteko air untuk membantu menghilangkan dahaga, Hae-rin membawa minuman itu untuk Jendral Yi.

"Tuan, ini minuman untukmu" ucap Hae-rin lembut

Jendral Yi menerima minuman itu dengan senang hati,

"Terima Kasih Hae-rin"

Gleg..gleg..gelg

Air itu turun membasahi tenggorokan Kang Yi, Hae-rin yang melihat itu terpesona akan sosok manusia fana yang ada didepannya ini.

"Kakimu sudah lebih baik Hae-rin?"

"Sudah, tuan Kang"

"Syukurlah, baiklah ikutlah denganku dan hal penting yang harus aku bicarakan padamu"

Hae-rin mengangguk sebagai balasan, Kang Yi kemudian menyuruh Sang-min meneruskan tugasnya memimpin latihan fisik bersama prajuritnya.

Kang Yi yang memiliki postur tinggi dan gagah langkahnya lebar dan sangat cepat, Hae-rin yang berada dibelakang berlari kecil untuk mengimbangi langkah Kang Yi.

Saat tiba di tenda, nafas Hae-rin terdengar kasar naik turun seperti selesai berlari.

"Kamu tidak apa Hae-rin, kamu seperti terlihat kelelahan"

"Tidak apa tuan, jadi apa yang ingin tuan bicarakan?"

" Panggil saja Kang Yi, aku tidak suka kamu memanggilku dengan sebutan tuan didepan namaku"

"Apakah tidak masalah, itu kurang sopan"

"Tidak masalah, aku lebih senang kamu hanya memanggilku Kang Yi"

"Kang Yi" ucap Hae-rin lirih

"Baiklah kita kembali ke bahasan utama, hal yang ingin aku bicarakan denganmu adalah, dua hari lagi rombongan kita akan kembali ke Ibukota, jadi aku berencana membawamu ke Ibukota, apakah kamu keberatan?"

"Tidak Kang Yi, aku tidak keberatan selama itu bersamamu"

"Syukurlah aku senang mendengarnya" Kang Yi secara spontan memeluk erat Hae-rin

Pelukan itu membuat tubuh Hae-rin membeku, desiran aneh terlintas dihatinya, ia tidak tau harus membalasnya seperti apa.

Moment yang sangat manis itu harus segera berakhir saat Sang-min tiba-tiba menerobos masuk ketenda mereka.

"Jendral..." Ucapan Sang-min terpotong saat melihat pemandangan didepannya itu

Lihat selengkapnya