Jantung Hae-rin bedegup dengan kencang saat mendengar suara Kang Yi memanggilnya, tubuhnya terasa dingin, ia merasa identitasnya sebagai gumiho sudah terbongkar, namun takdir berkata lain. Kang Yi datang ke tendanya dengan wajah kawatir untuk memberikan informasi bahwa srigala menyerang tenda yang lain, srigala ini sangat bringas seperti tidak terpengaruh dengan bunga Marigold.
"Hae-rin, dengar kamu harus tetap berada ditenda, jangan pernah keluar tanpa seizinku"
"Ada apa Kang Yi? Apa terjadi hal buruk?"
"Srigala itu menyerang dengan sangat bringas ke tenda prajurit yang lain, aku akan turun tangan, kamu tetep disini, di depan ada Sang-min yang menjagamu, ingat Jangan pernah keluar, mengerti?"
"Hemm" Hae-rin membalas
Kang Yi keluar dengan tergesa, sebelum benar-benar pergi Hae-rin masih mendengar Kang Yi bercara dengan Sang-min untuk melindunginya.
Tiga puluh menit telah berlalu namun Kang Yi belum kembali, Hae-rin merasa kawatir, instingnya mengatakan terjadi hal buruk dengan Kang Yi, untuk itu ia berlari keluar menerobos kemanan Sang-min di depan tendanya.
Sang-min yang melihat Hae-rin keluar dari tendanya segera mengikuti dan mencoba menghentikannya, sang jendral sudah memberinya tugas untuk melindungi Hae-rin, jika terjadi sesuatu dengan Hae-rin, kepalanya mungkin tidak terselamatkan.
"Nona Hae-rin, berhenti, disana sangat berbahaya" teriak Sang-min
Namun teriakan Sang-min bagaikan angin lalu Hae-rin terus berlari mencari keberadaan Kang Yi, setelah melihat beberapa penjuru, ia akhirnya melihat Kang Yi beserta prajurit yang lain dikeroyok dengan ratusan srigala, srigala itu terlihat aneh tidak takut dengan bunga Marigold, bunga yang digunakan untuk mengusir mereka kawanan serigala.
Hae-rin melihat Kang Yi yang berlumuran darah, menerjang kawanan srigala yang ingin menyerang ke arah tenda lain, dibelakangnya para prajurit juga membantunya menumpas keberadaan kawanan srigala itu yang mengamuk dengan bringas, namun seolah kalah tenaga, srigala itu tidak mudah mati meskipun sudah bertarung hebat dengan mereka.
Kang Yi merasa lututnya lemas, ia banyak mengeluarkan darah karena luka dari cakaran srigala itu, meskipun masih banyak kawanan srigala yang ingin meyerang mereka, Kang Yi sudah banyak menumbangkan srigala itu ketanah.
Saat seekor srigala yang tampak lebih besar dari yang lain menyerang Kang Yi.
Hae-rin berteriak dengan lantang,
" Kang Yi awas"
Namun peringatan itu kalah cepat dengan tajamnya kuku srigala mengores kulit Kang Yi, ia jatuh tersungkur, dan srigala itu ingin mengoyak dirinya. Kang Yi yang melihat Hae-rin mendekat ia sangat kawatir
"Jagan mendekat, kembali ketendamu" teriak Kang Yi dengan sekuat tenaga
Namun Hae-rin tidak takut karena ia adalah gumiho, ia berlari menghampiri Kang Yi yang sudah lemah ditanah.
Kawanan srigala itu tiba-tiba takut saat Hae-rin mendekati mereka, seolah memberi peringatan kamu akan mati jika tidak segera pergi.
Hae-rin semakin dekat dengan kawanan srigala yang menyerang Kang Yi, matanya berubah menjadi biru, kawanan srigala itu ketakutan melihat itu, serigala itu berkumpul kemudian berbalik pergi meninggalkan mereka. Tidak ada seekorpun yang tersisa.
Semua yang ada disana merasa heran sekaligus takjub, mereka sudah berusaha keras mengusir srigala gila itu namun tidak ada satupun yang mau pergi. Namun saat Hae-rin datang kawanan srigala itu pergi tanpa ada perlawanan.