Malam setelah peristiwa penyerangan kawanan srigala telah berlalu, kondisi Kang Yi pulih dengan begitu cepat setalah Hae-rin memberikan energinya untuk menyembuhkan luka-lukanya, Hae-rin yang berubah wujud menjadi rubah putih setelah menyelamatkannya kini masih meringkuk disamping tempat tidurnya, Kang Yi dengan sabar menunggu Hae-rin kembali ke wujud manusianya, dan meminta penjelasan padanya.
Saat menunggu lama akhirnya Hae-rin kembali kewujud aslinya.
Namun hal tak terduga terjadi, Yong hwa kembali masuk ke tenda pribadi Kang Yi, ia melihat semua yang terjadi
"Jendral.." ucap Yong-hwa hwa terbata-bata
Kang Yi menoleh dengan rahang mengeras, Yong hwa terpaku ditempat dengan tubuh gemetar.
Hae-rin yang menyadari wujud aslinya telah terbongkar, tubuhnya menjadi berkeringat dingin, kemudian ia menarik diri sedikit menjauh, menarik dirinya ke sudut tempat tidur.
Hae-rin diam membisu tidak mengucapkan sepatah katapun, namun Kang Yi tau ada ketakutan besar dimata Hae-rin yang tidak bisa dijelaskan.
"Hae-rin" ucap Kang Yi tegas tidak seperti biasanya
"Siapa kamu Hae-rin?"
Hae-rin masih diam, tidak menjawab, tubuhnya gemetar karena pertanyaan dari kang Yi
"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu jika kamu jujur, jadi katakan siapa kamu?"
"Aku..aku seorang gumiho" ucap Hae-rin lirih
Mendengar kata gumiho Yong hwa yang masih terpaku ditempatanya tubuhnya menjadi bergetar sangat hebat, ia pernah mendengar mitos jika gumiho makhluk jahat yang akan memakan hati manusia. Dengan keberanian ia berkata,
"Jendral, dia makhluk mitologi jahat, kita harus melenyapkannya"
Mendengar kata lenyap Hae-rin ketakutan, Kang Yi menyadari itu
"Diam Yong-hwa, Hae-rin tidak akan menyakiti kita, di telah menyembuhkanku jadi tidak ada alasan untuk melenyapkanya"
"Tapi Jendral.. "
"Diamlah Yong hwa, pergilah dan rahasiakan semua ini, tutup mulutmu jika hal ini tersebar aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang"
"Baik Jendral"
Yong hwa segera pergi dari sana yang masih menyisakan rasa takut dihatinya, kini di dalam tenda hanya tersisa mereka berdua, Kang Yi berusaha membujuk Hae-rin untuk tidak takut dengannya
"Hae-rin, kemarilah"
Hae-rin diam tidak bergeming,
"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu"
Dengan gemetar Hae-rin mendekat ke arah Kang Yi, Kang Yi menarik tubuhnya kemudian memeluknya dengan erat,
"Aku tidak akan menyakitimu, siapapun kamu Hae-rin"
"Kamu tidak takut padaku Kang Yi?"