Hae-rin merintih kesakitan, satu ekornya telah lepas, pria tua yang berdiri disamping Kang Yi segera mengambil kekuatan ekor Hae-rin dan memindahkan ke salah satu artefak yang berbentuk kipas.
Artefak kipas itu kini memiliki kekuatan magis, cahaya hijau mengelilingi kipas itu.
Slinggg
Tebasan kedua memotong kembali ekor Hae-rin, Kang Yi masih berdiri teguh memegang pedangnya yang sudah berlumuran dar*h Hae-rin.
"Aakhhhhh"
Kini jeritan Hae-rin terdengar semakin menyakitkan, hingga tubuhnya terlihat bergetar, tangannya mengepal erat Manahan rasa sakit yang ia rasakan.
Ekor kedua itu disimpan dalam artefak cermin tua. cahaya merah terlihat mamancar dari cermin itu
"Kang Yi..hen..tikan" ucap Hae-rin lirih
"Kamu bisa membunuhku, tolong hentikan, ini sangat menyakitkan"
"Sakit...tolong hentikan"
Hae-rin sudah memohon berbelas kasih agar Kang Yi tidak melanjutkan aksinya, namun bagi Kang Yi semua itu hanya angin lalu, pandanganya sudah gelap karena tipu muslihat pria tua itu.
"Kamu harus manahannya Hae-rin, ini demi kebaikanmu, setelah ini kita akan bersama-sama dan hidup bahagia"
Uhukkk
Hae-rin memuntahkan seteguk dar*h, racun yang ada ditubuhnya kini sudah menjalar ke jantungnya.
"Aku menyesal karena percaya padamu Kang Yi, aku ingin pergi"
"Tidak! jangan katakan itu, kita punya ikatan takdir" balas Kang Yi
"Kamu akan mendapatkan karmamu Kang Yi"
Dengan tangan gemetar Kang Yi kembali memotong ekor Hae-rin hingga ke delapan,
semua ekornya dipindahkan ke sebuah artefak mulai dari kuas tulis, kalung giok, lukisan kuno dan cincin giok. Rasa bersalah dan sakit terlihat jelas diwajah Kang Yi, dengan tangannya sendiri ia telah menyakiti perempuan yang sangat ia cintai. setiap Jeritan yang Hae-rin keluarkan terasa menusuk jantungnya.
" Maaf Hae-rin, aku melakukan ini karena aku mencintaimu"
"Bertahanlah ini yang terakhir, aku janji tidak akan menyakitimu lagi"
Saat Kang Yi mengayunkan pedangnya dan akan memotong terakhir ekor miliknya, Hae-rin berubah menjadi bentuk gumiho, dengan sisa tenaga yang ia miliki, Hae-rin berlari sangat cepat dan merubah dirinya menjadi cahaya untuk melarikan diri.
Kang Yi yang melihat itu begitu panik, ia menyimpan pedangnya dan berlari menyusul Hae-rin namun semua sudah terlambat, Hae-rin telah hilang.
"Hae-rin!!" teriak Kang Yi begitu keras
Tubuhnya terlihat lunglai tak bertenaga, pria tua yang terlihat licik itu menghampiri Kang Yi.