Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam

Madhiyah Izati Hasanah
Chapter #7

Bab 7. Mengambil Ekornya

Kekacauan yang terjadi diluar Yong-hwa dapat mengatasinya dengan baik, warga sekitar yang rumahnya telah mengalami kerusakan mendapatkan bantuan berkat laporan yang telah disampaikan pejabat Kang ke Kaisar saat itu.

Setalah badai yang terjadi rumor mengenai kutukan Dewa menyebar dengan cepat, ada pria pintar yang mengatakan bahwa ini adalah akibat dari murkanya Dewa Gumiho, makhluk yang selama ini telah menjaga kedamaian desa mereka.

Hingga rumor yang beredar sampai ketelinga sang Kaisar. Akhirnya Kaisar memerintahkan pengawal setianya menyelidiki apa yang terjadi.

Satu bulan telah berlalu Kang Yi masih berdoa dengan teguh di aula leluhur dengan delapan artefak inti kekuatan dari ekor Hae-rin, berdoa dengan kesungguhan hati meminta agar Hae-rin datang dan kembali padanya

Yong-Hwa dang Sang-Min yang menjadi salah satu tangan kanannya merasa kasihan dengan kondisi sang Jendral. Setelah kejadian malam kelam itu merubah kepribadian sang Jendral menjadi sangat tertutup.

Yong-hwa yang datang membawa nampan yang berisi makanan untuk sang Jendral merasa bersalah dengan keputusannya saat itu, seharusnya ia tidak mengungkapkan Identitas asli Hae-rin.

Malam itu dengan tangan sedikit gemetar ia bertemu diam-diam dengan sang Kakek Jendral tuan Kang Ji, ia menceritakan semua hal yang terjadi saat perjalanan menuju kota.

Faktanya sebelum Yong-hwa bercerita mengenai identitas asli Hae-rin, Kakek Kang Ji sudah mengetahui terlebih dahulu.

Setelah pertemuan itu Kakek Kang Ji akhirnya membuat rencana untuk memisahkan Kang Yi dengan Hae-rin, Yong Hwa setuju dengan rencana itu karena menganggap semua itu demi kebaikan sang Jendral, Yong-hwa ingin melindungi Kang Yi dari tipu muslihat Hae-rin yang secara jelas ia adalah seekor Gumiho, maklum mitologi yang terkenal jahat.


Kakek Kang Ji secara diam-diam memerintahkan Yong hwa untuk mencari orang pintar dan membeli sebuah racun yang mematikan dipasar gelap. Yong-hwa melakukan dengan sangat rapi hingga sang Jendral Kang Yi tidak mencium rencana busuk mereka.

Pertemuan Kang Yi dengan pria tua itu sudah direncanakan semua, Yong-hwa mengenal pria tua itu karena insiden terakhir kali, mereka bertemu secara tidak sengaja di penginapan waktu itu. Yong-hwa awalnya kesulitan menemukannya, karena banyak dari warga yang tidak mengenalnya namun dengan keteguhan dan semangatnya untuk menyelamatkan sang Jendral, akhirnya ia bisa menemukannya meskipun harus pergi jauh ke sebuah kuil kuno tempat tinggal pria tua itu.

"Jendral, ini makanan untuk Jendral"

Kang Yi hanya diam tanpa menanggapi Yong-hwa yang datang membawakan makanan untuknya, diatas meja Yong-hwa melihat sendiri delapan artefak yang sudah mengunci kekuatan ekor rubah Hae-rin.

"Jendral harus tetap makan untuk menjaga kesehatan Jendral, jika terjadi sesuatu hal buruk maka Jendral tidak bisa terus berdoa untuk Hae-rin"

Lihat selengkapnya