Sembuh Bukan Berarti Harus Melupakan

Bias Divhanka
Chapter #2

Enam Bulan Sebelumnya

BAB 2 – Enam Bulan Sebelumnya


Aku masih ingat hari itu. Hari ketika aku datang lebih awal ke kafe tempat kami biasa bertemu.

Hari ketika semuanya berubah.


Pukul empat sore.

Hujan baru saja berhenti. Aku mendorong pintu kaca kafe dengan senyum yang sejak pagi tak kunjung hilang. Di dalam tas tersimpan sebuah kotak kecil berisi jam tangan. Hadiah untuk seseorang yang hari itu sedang berulang tahun.

Aku sudah membayangkan reaksinya. Wajah terkejutnya. Tawanya. Lalu mungkin ejekannya karena aku selalu memilih hadiah yang terlalu serius. Memikirkannya saja membuatku tersenyum.

Aku menyapu ruangan dengan pandangan, mencari sosok yang sudah tiga tahun terakhir menjadi bagian dari hidupku.

Dan aku menemukannya.

Di sudut ruangan dekat jendela. Duduk di kursi yang biasa kami pilih. Namun ada sesuatu yang berbeda.

Ia tidak sendirian.

Seorang perempuan duduk di hadapannya.

Cantik.

Rambutnya panjang terurai, mengenakan blus berwarna krem yang sederhana.

Awalnya aku tidak berpikir macam-macam.

Mungkin rekan kerja.

Mungkin teman lama.

Mungkin saudara.

Aku bahkan sempat melangkah mendekat.

Sampai kemudian kulihat tangan mereka saling menggenggam.

Lihat selengkapnya