Sembuh Bukan Berarti Harus Melupakan

Bias Divhanka
Chapter #6

Rahasia Aksara

Bab 6 – Rahasia Aksara


Sejak pagi itu, pertemuan kami tidak lagi terasa seperti kebetulan. Atau mungkin memang masih kebetulan. Aku tidak tahu.

Yang jelas, setiap Sabtu pagi, sosok yang sama selalu ada di taman itu.

Kadang Aksara datang lebih dulu.

Kadang sebaliknya.

Namun entah bagaimana, kami selalu berakhir di bangku yang sama. Dan seperti biasa, hampir selalu ada dua es krim.

“Aku mulai curiga kau punya saham di toko es krim.”

Aksara tertawa. “Kalau punya, mungkin hidupku lebih mapan. Atau paling tidak lebih masuk akal.”

Ia menyerahkan satu cone kepadaku.

“Menerima es krim dari orang asing terlihat masuk akal?”

“Kita sudah kenal.”

Aku mengangkat alis. “Benarkah?”

“Tentu.”

“Kau bahkan tidak tahu pekerjaanku.”

Ia terdiam sesaat.

“Baiklah. Apa pekerjaanmu kalau begitu?”

Aku tersenyum. “Rahasia.”

Aksara langsung menghela napas panjang. “Aruna.”

“Apa?”

“Itu curang.”

Aku tertawa.

Kali ini benar-benar tertawa.

Aksara menatapku beberapa detik. Lalu tersenyum. “Akhirnya.”

“Akhirnya apa?”

“Itu.”

Ia menunjuk wajahku. “Senyum yang tidak dipaksa.”

Tawaku perlahan mereda.

Aku tidak tahu sejak kapan ia memperhatikan hal-hal seperti itu.

Namun pagi itu, untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan, aku tidak sedang berusaha terlihat baik-baik saja.


Hari-hari berlanjut, namun mulai terasa lebih ringan.

Aku masih memikirkan Damar sesekali. Tetapi kenangan tentangnya tidak lagi datang seperti badai.

Lebih seperti hujan yang turun sebentar, lalu berhenti.

Mungkin karena waktu.

Mungkin karena Raina.

Atau mungkin karena setiap akhir pekan selalu ada seseorang yang membuatku sibuk memikirkan hal lain.

“Aku punya pertanyaan.”

Suara Aksara membuyarkan lamunanku.

“Apa?”

“Kalau kau bisa menghapus satu kenangan, kau mau?”

Aku menoleh.

Pertanyaan itu membuatku diam lebih lama dari yang seharusnya.

“Dulu mungkin iya.”

“Dulu?”

Aku mengangguk. “Dulu aku ingin melupakan semuanya.”

“Sekarang?”

Aku menatap langit di sela-sela dedaunan.

Lihat selengkapnya