Sembuh Bukan Berarti Harus Melupakan

Bias Divhanka
Chapter #10

Langkah Kecil Menuju Sembuh

BAB 10 – Langkah Kecil Menuju Sembuh


Setelah hari itu, ada sesuatu yang berubah di antara kami. Bukan perubahan besar. Bukan sesuatu yang langsung terlihat. Namun percakapan-percakapan kami terasa sedikit berbeda.

Lebih terbuka.

Lebih mudah.

Dan mungkin, sedikit lebih berbahaya.

Aku mulai mengenal Aksara bukan hanya sebagai pria aneh yang suka membagikan es krim kepada orang asing.

Aku tahu ia pernah kehilangan seseorang yang sangat dicintainya.

Aku tahu ada bagian dari dirinya yang masih tinggal di masa lalu.

Dan anehnya, mengetahui semua itu justru membuatku semakin nyaman berada di dekatnya.

Mungkin terlalu nyaman.

---

Sabtu pagi kembali datang. Seperti biasa, aku duduk di bangku taman sambil menulis.

Beberapa menit kemudian, sebuah bayangan jatuh di atas bukuku.

“Aku harap kali ini tidak sedang menulis tentang betapa menyebalkannya aku.”

Aku menoleh.

Aksara berdiri sambil membawa dua cone es krim.

Aku tertawa kecil. “Kau terlalu percaya diri.”

“Jadi memang ada kemungkinan aku ditulis?”

“Mungkin.”

“Wah, aku merasa terhormat.”

Aku menerima es krim yang disodorkannya. “Terima kasih.”

“Tidak masalah.”

Kami duduk berdampingan. Untuk beberapa menit, tidak ada yang bicara.

Aku membuka buku catatan dan kembali menulis. Aksara memperhatikan halaman yang sedang kutulis.

“Masih tentang dia?”

Tanganku berhenti.

Aku mengangkat wajah.

“Siapa?”

Aksara tidak menjawab.

Tatapannya turun pada buku catatanku.

Aku tahu siapa yang ia maksud.

Damar.

Aku menutup buku itu.

“Tidak selalu.”

“Aku cuma bertanya.”

“Aku tahu.”

Namun entah kenapa, suasana yang tadi terasa ringan berubah sedikit kaku.

Aku menggigit ujung es krimku.

“Aku memang masih menulis tentang beberapa hal dari masa lalu.”

Aksara mengangguk. “Tidak apa-apa.”

Nada suaranya biasa.

Terlalu biasa.

Aku menatapnya. “Kenapa?”

“Kenapa apa?”

Lihat selengkapnya