Rumah keluarga Harrow berdiri di lereng timur Aerys Ridge—sebuah desa kecil di wilayah Timur.
Sebuah hunian sederhana yang terasa kokoh dan nyaman. Dinding kayu tuanya penuh coretan peta dunia buatan Kael sejak kecil. Beberapa bahkan masih tergantung di koridor, tidak pernah dihapus oleh orang tuanya, seolah seluruh rumah adalah museum perjalanan seorang anak menuju dewasa.
Kael baru saja selesai makan malam. Ibunya sudah naik ke kamar untuk tidur lebih dulu, meninggalkan keheningan nyaman yang jarang terjadi di rumah itu.
Kael menyimpan cangkir tehnya ke atas meja dan hendak kembali ke kamarnya ketika sebuah suara menahannya.
"Kael."
Suara Edwin terdengar dari ruang tamu. Suaranya lirih, suara seorang ayah yang sekadar mengajak anaknya mengobrol sebentar.
Kael menoleh. Edwin duduk di kursi kayu favoritnya dekat perapian. Malam ini ia tidak memakai pakaian dinas, hanya baju rumah polos.
"Duduklah sebentar."