Rambut kuning yang cerah itu tertimpa cahaya sore, berkilau di antara seragam tim pemetaan yang kusam.
Namun, begitu langkahnya semakin dekat dan pandangannya terkunci pada sosok pria di depan halaman rumah tersebut, langkah kaki itu sempat tertahan sedetik. Sepasang mata Rhea membelalak kecil.
"Kael...?" ucap Rhea dengan nada ganjil, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Kemudian, Rhea mencoba menguasai dirinya kembali. "Wabah ini bergerak lebih cepat dari perkiraan," ujar Rhea, suaranya agak ditekan terdengar lugas.
"Virusnya sudah mulai menyebar di beberapa titik di wilayah Timur. Dan... ini adalah kasus ke-56 yang tercatat sejak kemarin malam."
Kael menghembuskan napas pendek mendengar angka tersebut.
Rhea menutup dokumennya, lalu menatap Kael dengan serius. "Kalian berdua sempat melakukan kontak dekat dengan penderita. Sesuai prosedur, kau dan anak itu harus segera ke ruang kesehatan untuk dimintai sampel darah. Kita harus memastikan kalian tidak terpapar."