Kael agak kaget mendengar ucapan itu, alisnya terangkat sebelah.
Namun, Rhea buru-buru meneruskan kalimatnya sebelum suasana menjadi terlalu canggung.
"Kemarin ayahmu menitipkan ini untukku. Edwin bilang... kau yang memilihkannya."
Kael terdiam sejenak. Otaknya langsung bekerja, menyadari trik kecil yang dimainkan oleh ayahnya semalam.
Sambil menahan tawa akibat ulah Edwin, Kael membalas tatapan Rhea dengan senyuman hangat.
Ayah yang mengantarkannya, kan?" Kael tersenyum kecil. "Kedengarannya seperti sesuatu yang biasa dia lakukan, kan?."
Rhea tertawa pelan.
"Jadi bukan kau?"
Kael menggaruk tengkuknya.
"Aku memang pernah melihat sarung tanganmu sudah rusak. Tapi aku curiga Ayah jauh lebih bersemangat soal itu daripada aku.”
Rhea tersenyum tipis melihat tingkah Kael, "Apakah... ayahmu membicarakan hal lain tentangku lagi?"